Manajer Liverpool, Arne Slot, secara terbuka mengakui bahwa performa timnya di musim ini belum memenuhi standar yang diharapkan oleh klub. Konsistensi permainan The Reds di Premier League menjadi sorotan utama, dengan rekor yang naik-turun sepanjang musim.
Performa Inkonsisten Liverpool di Premier League
Setelah melakoni 25 pertandingan di Premier League, Liverpool tercatat baru meraih 11 kemenangan, enam hasil imbang, dan menderita delapan kekalahan. Hasil ini membuat Liverpool kesulitan untuk bersaing di papan atas klasemen.
Saat ini, Virgil van Dijk dan rekan-rekannya menempati peringkat keenam dengan mengumpulkan 39 poin. Mereka tertinggal cukup jauh, yakni 17 angka, dari Arsenal yang kokoh di puncak klasemen.
Slot: Hasil Imbang Terasa Seperti Kekalahan
Menanggapi situasi ini, Slot menilai bahwa performa timnya secara keseluruhan berada di bawah standar yang seharusnya ditampilkan oleh Liverpool. Ia mengungkapkan bahwa hasil imbang pun terasa seperti kekalahan di klub sebesar Liverpool.
“Saya kira kami tidak merasa kami cuma kalah dua kali dalam 17 pertandingan terakhir. Hasil imbang rasanya seperti kalah di klub ini,” ujar Slot seperti dilansir Sky Sports.
Slot menambahkan bahwa situasi ini juga dirasakan berat oleh para pemainnya. Mereka menyadari standar Liverpool yang tinggi dan merasa kecewa karena belum mampu mencapainya.
“Itu jelas tidak mudah buat para pemain juga karena mereka tahu artinya standar Liverpool dan kami tidak tampil sesuai standar itu saat ini dan mereka merasakan kekecewaan.”
Kekecewaan Karena Selalu Dekat dengan Kemenangan
Lebih lanjut, Slot menjelaskan bahwa kekecewaan para pemain utamanya berasal dari fakta bahwa mereka selalu merasa sangat dekat untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan, namun seringkali hasil yang didapat tidak sesuai harapan.
“Utamanya karena kami begitu dekat di setiap pertandingan. Setiap pertandingan rasanya seperti kami akan menang dan seringnya itu tidak terjadi. Dan itu mungkin lebih sulit daripada ketika Anda bertanding dan sepanjang laga Anda merasa tim lawan lebih baik dan Anda tidak cukup bagus.”
“Tapi bukan itu yang mereka rasakan. Mereka merasa secara penampilan mereka bisa bersaing dengan tim lain di liga mana pun di dunia. Tapi kenyataannya adalah kami tidak tampil sesuai dengan standar Liverpool,” katanya.






