Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menantang para pengkritik timnya yang menilai Arsenal terlalu bergantung pada bola mati, khususnya sepak pojok, untuk mencetak gol. Arteta meminta agar para pengkritik tersebut mengirimkan nama dan alamat mereka untuk berdebat langsung dengannya.
Performa Apik Arsenal di Berbagai Kompetisi
Di balik performa impresif Arsenal musim ini, kritik justru dilayangkan terkait gaya bermain tim yang dianggap terlalu mengandalkan bola mati. Data dari WhoScored menunjukkan Arsenal menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak dari bola mati di Liga Inggris, yaitu 15 gol. Namun, Arteta justru merasa Arsenal banyak dipuji karena mengusung gaya bermain yang menghibur.
Arsenal saat ini tengah berada di jalur yang tepat di empat kompetisi yang mereka jalani. The Gunners memimpin klasemen Liga Inggris dengan keunggulan enam poin dari Manchester City di posisi kedua. Di Liga Champions, Arsenal juga tampil meyakinkan dan lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup. Perjalanan mereka di Carabao Cup juga berlanjut ke semifinal, di mana mereka akan berhadapan dengan Chelsea. Di Piala FA, tim asal London ini juga masih melaju ke babak keempat.
Arteta Bantah Kritik dan Tawarkan Debat Terbuka
Arteta mengaku tidak pernah mendengar kritik mengenai timnya yang terlalu bergantung pada bola mati. Ia justru merasa Arsenal mendapatkan banyak pujian atas gaya bermainnya yang menghibur.
“Saya mendengar hal yang sepenuhnya berlawanan, di seluruh Eropa, bahwa kami adalah tim paling menarik di Eropa,” ujar Arteta dikutip dari ESPN. “Gol terbanyak, clean sheet terbanyak, dan sebagainya. Mungkin saya memiliki sumber informasi yang berbeda?”
Lebih lanjut, Arteta menantang para pengkritik untuk membuktikan pandangan mereka.
“Saya tidak tahu siapa saja yang mengatakan itu. Kirimkan nama, alamat, dan email mereka kepada saya, dan mungkin kita bisa berdiskusi, tetapi saya bisa memberikan Anda buku besar berisi semua orang yang tidak berpikir demikian,” jelasnya.
Arsenal menutup tahun 2025 dengan performa yang apik, menunjukkan konsistensi mereka di berbagai ajang.






