Turin – Kehadiran Luciano Spalletti sebagai pelatih tampaknya memberikan dampak signifikan bagi Juventus. Sejak mengambil alih kemudi tim, performa Juventus menunjukkan peningkatan pesat, terbukti dengan jumlah poin yang mereka kumpulkan di Serie A, yang hanya kalah dari Inter Milan dalam periode yang sama.
Kemenangan Telak di Kandang Parma
Terbaru, Juventus sukses memetik kemenangan meyakinkan saat bertandang ke markas Parma dalam lanjutan Serie A. Bertanding di Stadion Ennio Tardini pada Senin (2/2/2026) dini hari WIB, skuad berjuluk Bianconeri ini berhasil membungkam tuan rumah dengan skor telak 4-1.
Kemenangan ini krusial bagi Juventus dalam menjaga persaingan di papan atas klasemen. Saat ini, mereka menempati peringkat keempat dengan mengoleksi 45 poin dari 23 pertandingan yang telah dilakoni.
Statistik Mengesankan di Era Spalletti
Sejak Luciano Spalletti ditunjuk sebagai pelatih, Juventus telah mengumpulkan 30 poin dari 14 pertandingan Serie A. Data dari Opta menunjukkan bahwa perolehan poin Juventus dalam periode tersebut hanya berada di bawah Inter Milan yang mengumpulkan 37 poin.
Dalam 14 laga di bawah arahan Spalletti, Juventus tercatat hanya mengalami dua kekalahan dan tiga hasil imbang. Sembilan pertandingan sisanya berhasil dimenangkan oleh Si Nyonya Tua, menunjukkan konsistensi performa yang luar biasa.
Pengakuan dari Gleison Bremer
Bek Juventus, Gleison Bremer, tak ragu mengakui dampak positif yang dibawa oleh Spalletti. Ia menilai pelatih asal Italia tersebut telah mengubah total cara bermain tim.
“Pelatih sangat kuat, Anda bisa lihat dia mengubah sepenuhnya cara main kami. Bahkan ketika kami unggul, dia mencoba menjaga kami agar tetap membumi. Kami masih kurang sesuatu, dia selalu bilang begitu, tapi kami di jalur yang tepat,” ujar Bremer kepada DAZN Italia.
Bremer menambahkan, suasana di tim saat ini adalah semangat Juventus terbaik yang pernah ia rasakan selama membela klub tersebut. “Ini jelas semangat Juventus terbaik yang pernah saya alami di sini. Saya cuma merasakan hal positif ini di awal era (Thiago) Motta, tapi kemudian saya cedera.”
“Spalletti datang dengan mentalitasnya dan Anda bisa lihat perbedaan yang dia buat,” pungkasnya.






