Momen tak biasa terjadi saat sejumlah menteri dan pejabat negara hendak menghadiri acara panen raya bersama Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026). Para pejabat tersebut memilih menggunakan sepeda motor matic untuk menembus akses jalan yang sempit menuju lokasi acara.
Akses Jalan Menuju Lokasi Acara Terbatas
Acara panen raya yang juga menjadi momentum pengumuman swasembada pangan tersebut rencananya dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Cilebar, Karawang. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa akses jalan menuju tempat acara, meskipun secara teknis dapat dilalui dua arah, mendadak lumpuh akibat volume kendaraan yang padat dan membludaknya warga.
Di sepanjang jalan, hamparan sawah terlihat di satu sisi, sementara sisi lainnya dihiasi kali berukuran kecil dan permukiman warga. Kemacetan parah dilaporkan mengular hingga radius 5 kilometer dari lokasi acara, seiring dengan semakin padatnya keramaian warga di sekitar area.
Pejabat Memilih Motor Matic untuk Akses Cepat
Di tengah kepadatan tersebut, sejumlah tamu undangan, termasuk para menteri, terlihat menumpangi motor matic. Salah satunya adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto. Ia tampak menunggangi motor matic untuk mencapai lokasi panen raya.
Tak ketinggalan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga terlihat mengendarai motor matic seorang diri. Mengenakan kemeja putih dan kacamata bening, Zulhas tancap gas menyusuri jembatan sempit yang dipenuhi oleh motor warga. Tiga ajudannya terlihat berjalan kaki di belakangnya, berusaha membuka jalan sambil meminta pengguna jalan lain memberi ruang.
Saat ditanya oleh wartawan mengenai jam keberangkatannya, Zulhas menjawab, “Dari rumah jam 6,” sambil terus mengendarai motornya.
Selain itu, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, juga terlihat mengendarai motor matic, memboncengi seorang pria berbaju batik, untuk menuju lokasi acara.
Suasana Pasar Dadakan di Pinggir Jalan
Di sekitar lokasi acara, suasana pasar dadakan turut mewarnai pinggir jalan. Para penjual menjajakan makanan, pakaian, hingga topi. Sementara itu, banyak warga yang antusias merekam dan memotret rombongan pejabat yang melintas.
Acara ini menjadi sorotan tidak hanya karena dihadiri oleh presiden dan para menteri, tetapi juga karena cara unik para pejabat dalam mengatasi kendala akses menuju lokasi.






