Berita

Prabowo Subianto Luncurkan Sekolah Rakyat: “Jangan Berkecil Hati, Hormati Orang Tua Anda”

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Sekolah Rakyat di 166 lokasi yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Dalam peluncuran yang berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), Prabowo memberikan pesan motivasi kepada lebih dari 2.000 siswa yang hadir.

Pesan untuk Siswa Sekolah Rakyat

Prabowo menekankan pentingnya semangat dan harga diri bagi para siswa. “Saudara-saudaraku anak-anak Sekolah Rakyat, jangan kalian berkecil hati, jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau pemulung karena mereka adalah orang yang mulia,” ujar Prabowo. Ia menegaskan rasa hormatnya kepada para orang tua siswa yang bekerja keras demi masa depan anak-anak mereka. “Mereka (orang tua siswa SR) bekerja keras yang halal, bekerja dengan keringat untuk masa depanmu. Jangan pernah kecil hati dan hormati orang tuamu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti pentingnya integritas dan karakter antikorupsi. Ia menyatakan, “Saya lebih hormat sama pemulung, saya lebih hormat dengan tukang becak yang kerja dengan keringat daripada mereka yang pintar-pintar tapi mencuri uang rakyat.”

Apresiasi untuk Program Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo juga mengapresiasi jajaran kementerian dan lembaga pemerintah yang telah bekerja mewujudkan program berdampak bagi masyarakat. Ia menyebut Program Sekolah Rakyat sebagai sebuah terobosan berani. “Terima kasih kepada Kemensos dan K/L lain karena sudah mewujudkan suatu langkah terobosan berani lewat Sekolah Rakyat. Kita telah mewujudkan upaya ini dan saya terus terang terharu melihat dampak dari upaya kita melalui Sekolah Rakyat ini,” kata Prabowo.

Advertisement

Capaian Sekolah Rakyat

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan pelaksanaan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025-2026. Ia memaparkan bahwa pada semester pertama, program ini telah menunjukkan capaian yang baik.

“Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa. Ini adalah ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan. Selama 24 jam, siswa mendapatkan pemenuhan gizi, tiga kali makan, dua kali snack, kurikulum modern berbasis digital, hingga pengembangan bakat melalui Talent DNA,” jelas Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat dirancang sebagai “kawah Candradimuka” untuk memutus rantai kemiskinan. “Sekolah Rakyat adalah kawah Candradimuka, tempat dimana penjaga asa, keluarga di gembleng, dididik untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengubah masa depan keluarga,” pungkasnya.

Advertisement