Berita7 — Semarang – Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo bersama Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri Komjen R.Z. Panca Putra meninjau langsung perlengkapan perorangan lapangan (kaporlap) yang akan digunakan oleh calon bhayangkara taruna (cabhatar) Akademi Kepolisian (Akpol) dari rekrutmen Tahun Anggaran 2026. Perlengkapan ini merupakan bagian penting yang akan dibawa para cabhatar selama menjalani pendidikan dasar integrasi kemitraan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Akademi Militer, Kota Magelang, Jawa Tengah.
Pada Sabtu (25/7/2026), pemantauan dilakukan di lapangan Resimen Akpol, di mana kaporlap telah dijajarkan. Sementara itu, di teras gedung resimen, pihak Akpol memamerkan isi dari setiap kaporlap cabhatar. Rangkaian barang tersebut mencakup pakaian dinas lapangan, kaos olahraga, pakaian dalam, sepatu, tas ransel, tempat minum, satu set alat makan, hingga sepatu lainnya. Total terdapat 79 item barang dalam setiap kaporlap.
Dalam peninjauan tersebut, Komjen Dedi Prasetyo sempat menanyakan asal-usul pembuatan salah satu perlengkapan. “Buatan mana ini?” tanyanya sembari memegang sepatu dinas lapangan cabhatar. Kabag Renmin Akpol Kombes Aldian menjawab, “Bandung, Jenderal.” Komjen Dedi kemudian melanjutkan evaluasinya dengan memeriksa sepatu olahraga, ia mengamati bahan sol sepatu tersebut dan memberikan masukan. “Sepatu lari bukan begini, ini keras. Ini kaya sepatu-sepatu buat ke mal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Komjen Dedi juga menanyakan mengenai helm yang akan digunakan cabhatar. Ia membandingkannya dengan masa dirinya masih menjadi taruna Akpol, “Nggak seperti kita dulu taruna pakai berat-berat. Bahannya apa itu?” tanyanya. Aldian menjelaskan bahwa bahan helm tersebut terbuat dari fiberplastik.
Pada kesempatan yang sama, Komjen Panca Putra fokus pada kelengkapan alat makan. Ia menanyakan apakah alat makan tersebut terdiri dari satu set lengkap. Setelah mendapatkan konfirmasi, Komjen Panca menekankan pentingnya ketersediaan alat makan cadangan. “Kalau hilang?” tanyanya lagi. Menanggapi jawaban personel Akpol bahwa akan diganti, Komjen Panca menegaskan, “Jangan nggak ada cadangan, harus ada. Karena mereka kan kegiatan di lapangan, pasti hilang,” tegasnya. Ia beralasan bahwa banyaknya kegiatan lapangan saat pendidikan integrasi dapat membuat cabhatar lelah dan kurang fokus, sehingga berpotensi menyebabkan alat makan hilang.
Pengecekan kaporlap ini dilaksanakan di sela-sela tahap pemeriksaan penampilan (rikpil) hari kedua bagi calon taruna Akpol. Setelah proses pengecekan selesai, Komjen Dedi, Komjen Panca, beserta rombongan melanjutkan kegiatan rikpil di Gedung Serba Guna Akpol.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.