Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sebuah laboratorium narkoba tersembunyi atau clandestine laboratory di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Laboratorium ini memproduksi cairan etomidate yang rencananya akan digunakan untuk vape atau rokok elektrik.
Produksi Skala Besar Cairan Etomidate
Kepala Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Parikhesit, menyatakan bahwa dari barang bukti yang diamankan, diperkirakan dapat memproduksi sekitar 30 liter cairan etomidate. Alat produksi untuk laboratorium ilegal ini diketahui dikirim langsung dari India.
Tersangka berinisial HW, seorang warga negara China, berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate. Berdasarkan perhitungan, laboratorium ini berpotensi menghasilkan hingga 15.000 cartridge pods vape yang mengandung etomidate dan siap diedarkan ke masyarakat.
Pengungkapan Berawal dari Informasi Bea Cukai
“Alhamdulillah, sebelum lab ini sempat beroperasi dan menghasilkan produk untuk diedarkan, kami berhasil menggagalkannya,” jelas AKBP Parikhesit.
Kasus ini terungkap berkat informasi dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengenai adanya paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional. Paket tersebut diketahui berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke lobi sebuah apartemen di Pluit.
Petugas kepolisian segera bergerak dan berhasil menangkap kedua pelaku pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di apartemen tersebut. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram, serta bahan kimia lain seperti SLS seberat 1 kilogram.






