Madrid – Xabi Alonso harus mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Real Madrid lebih cepat dari kontrak dua tahun yang disepakati. Kekalahan dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir bagi Alonso, yang dinilai gagal membawa tim bermain menghibur meski diperkuat banyak pemain berkualitas.
Ketidakcocokan Transfer Jadi Akar Masalah
Menurut laporan Marca, salah satu alasan utama pemecatan Alonso adalah ketidaksepakatan mengenai kebijakan transfer pemain. Perselisihan dengan presiden Florentino Perez mengenai kebutuhan tim menjadi pemicu utama ketidaknyamanan Alonso dalam bekerja.
Alonso awalnya mengajukan permintaan untuk mendatangkan gelandang bertahan Martin Zubimendi dari Real Sociedad dengan klausul pelepasan 60 juta euro. Namun, Perez menolak permintaan tersebut, menganggap harga Zubimendi terlalu mahal. Ironisnya, Arsenal berhasil membajak Zubimendi.
Mastantuono dan Penolakan Modric
Alih-alih mencari gelandang bertahan, Perez justru mendatangkan Franco Mastantuono dari River Plate dengan banderol yang hampir serupa. Keputusan ini semakin memperburuk situasi, mengingat Real Madrid sudah memiliki stok pemain depan yang melimpah, terutama di posisi gelandang serang. Mastantuono sendiri jarang mendapatkan menit bermain musim ini, dengan catatan 17 penampilan, satu gol, dan satu assist.
Selain itu, keinginan Alonso untuk memperpanjang kontrak Luka Modric juga ditolak oleh Perez. Padahal, Alonso melihat Modric sebagai sosok panutan penting bagi para pemain muda dalam masa transisi tim. Gaya bermain Modric juga dinilai sangat cocok dengan skema yang ingin diterapkan Alonso.
Performa Tim dan Dampak Pemecatan
Meskipun berhasil membawa Real Madrid melaju ke final Piala Super Spanyol, performa tim saat mengalahkan Atletico Madrid dinilai tidak memuaskan oleh Florentino Perez. Kombinasi dari perselisihan transfer, penolakan terhadap keinginan pelatih, dan performa tim yang dianggap kurang atraktif akhirnya berujung pada pemecatan Xabi Alonso.
Real Madrid kini harus segera mencari pengganti Alonso untuk mengarungi sisa musim, dengan harapan dapat memperbaiki performa dan meraih hasil yang lebih baik.






