Berita

Ketum Pagar Nusa Ucapkan Selamat Hari Desa Nasional, Apresiasi Menteri Yandri

Advertisement

Ketua Umum Pagar Nusa, Nabil Haroen, menyampaikan ucapan selamat Hari Desa Nasional yang diperingati setiap tanggal 15 Januari. Ia juga mendoakan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) agar senantiasa mengabdi untuk kemajuan desa.

Apresiasi untuk Menteri Yandri

Nabil Haroen dalam keterangannya pada Kamis (15/1/2026) menyatakan bahwa desa memiliki nilai-nilai luhur seperti ketulusan, gotong royong, dan daya tahan. Ia secara khusus mengapresiasi Menteri Yandri Susanto yang dinilainya tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga menunjukkan keberpihakan dan kepedulian terhadap desa.

“Desa selalu punya cara sendiri mengajarkan kita tentang ketulusan, gotong royong, dan daya tahan. Dan hari ini rasanya tepat untuk mengucapkan terima kasih, karena Pak Menteri terus berdiri bersama desa, bukan hanya lewat kebijakan, tapi juga lewat hati dan keberpihakan,” ujar Nabil.

Ia berharap Menteri Yandri dimudahkan dalam menjalankan amanah jabatannya dan desa-desa di Indonesia semakin kuat, mandiri, dan bahagia. “Semoga setiap ikhtiar Pak Menteri selalu dimudahkan, dan desa-desa Indonesia makin kuat, mandiri, dan bahagia. Dari desa, Indonesia bertumbuh. Salam hangat dan persahabatan,” tambahnya.

Advertisement

Hari Desa Nasional Momentum Pembangunan

Pemerintah menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto menegaskan bahwa peringatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan energi dan kekompakan seluruh elemen bangsa demi kemajuan Indonesia.

Menurut Yandri, pembangunan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun desa. “Sungguhnya kita ini sedang membangun Indonesia. Bilamana kita tidak membangun desa, sejatinya kita tidak membangun Indonesia,” tegas Yandri saat peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Mojosongo, Boyolali, seperti dilansir detikJateng, Kamis (15/1).

Yandri menekankan perlunya menyatukan seluruh energi bangsa menjadi energi positif untuk mengoptimalkan pembangunan desa, serta tidak ada lagi waktu untuk saling mencaci atau berleha-leha.

Advertisement