Aktor senior Diding Boneng tengah menghadapi cobaan berat setelah rumah warisan berusia sekitar satu abad yang ia tinggali bersama keluarganya roboh. Bangunan bersejarah yang telah menjadi saksi bisu perjalanan hidup beberapa generasi keluarganya itu tak mampu bertahan lebih lama.
Rumah Warisan Sejak Kakek-Nenek
Diding Boneng mengungkapkan bahwa rumah tersebut dibangun bahkan sebelum ia lahir. Usianya diperkirakan mencapai 100 tahun, jauh melampaui usianya yang kini menginjak 75 tahun. Bangunan itu merupakan warisan dari kakek-neneknya, kemudian turun ke orang tuanya, dan kini ditempati oleh Diding bersama anaknya.
“Bicara berapa tahun nih rumah ini, saya kira lebih tua dari saya. Usia rumah ini, itu lebih tua dari saya. Saya sekarang 75 ya, kurang lebih rumah ini bisa 100 kali. Karena ayah saya mudanya di sini. Dan ini dari kakek saya, dari kakek, nenek, terus sampai ke ayah,” ujar Diding Boneng saat ditemui di lokasi rumahnya pada Rabu (31/12/2025).
Selama hampir satu abad berdiri, rumah tersebut nyaris tidak pernah mengalami renovasi besar. Perawatan yang dilakukan hanya sebatas pengecatan, terutama menjelang hari raya.
“100 tahun bayangkan tuh rumah dan tidak pernah direnovasi selama 100 tahun, gak pernah. Paling cat, mau lebaran cat, gitu-gitu aja, gak ada lain,” ungkapnya.
Terpaksa Mengungsi dan Harapan Baru
Sebelum kejadian nahas tersebut, rumah Diding Boneng dihuni oleh sembilan orang dewasa dari anggota keluarganya. Pasca roboh, Diding dan keluarganya terpaksa mengungsi. Ia sempat merasakan tidur di kantor RW selama dua malam sebelum akhirnya mendapatkan tempat menginap di rumah seorang teman.
Kini, harapan terbesar Diding Boneng adalah dapat kembali memiliki rumah. Ia berharap ada pihak yang tergerak untuk membantunya membangun kembali tempat tinggal yang layak bagi keluarganya.
“Harapan saya, saya bisa punya rumah lagi. Saya tapi belum tahu dari mana, makanya teman-teman tolong, yang merasa apa ya…, sahabat atau simpati sama saya, ya bantuin saya. Karena harapan utama buat saya ya punya rumah lagi, bisa tidur lagi di rumah sendiri,” tuturnya penuh harap.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya perawatan bangunan tua dan perlunya dukungan bagi para seniman senior yang mungkin menghadapi kesulitan.






