Bulutangkis

Pelatih Ganda Putra Ingatkan Raymond/Joaquin: Jangan Terburu-buru Mengejar Gelar Juara

Advertisement

JAKARTA – Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, menunjukkan performa menjanjikan di awal musim kompetisi 2026. Namun, pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, mengingatkan agar keduanya tidak terbebani target juara secara instan.

Regenerasi Ganda Putra Berjalan

Sektor ganda putra Indonesia terus berupaya melakukan regenerasi pemain. Setelah era kejayaan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan serta Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, kini generasi baru seperti Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando, dan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat mulai menunjukkan kiprahnya. Di antara nama-nama tersebut, Raymond/Joaquin menjadi salah satu pasangan muda yang mulai mencuri perhatian.

Tren Positif Berlanjut ke Final

Raymond/Joaquin berhasil mencapai final dua turnamen beruntun di awal tahun ini, yaitu Indonesia Masters dan Thailand Masters. Prestasi ini melanjutkan tren positif mereka setelah sebelumnya berhasil meraih gelar juara di Australia Open.

Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, menilai pencapaian anak asuhnya sudah berada di jalur yang benar. “Saya rasa pencapaiannya cukup baik. Apalagi mereka pemain muda, perjalanannya masih panjang. Dari hasil Malaysia, Indonesia Masters, hingga Thailand Masters mereka bisa masuk final dua kali. Itu positif untuk ke depannya,” ujar Anton saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung.

Proses dan Evaluasi Kunci Perkembangan

Meskipun demikian, Anton menekankan pentingnya proses dalam pengembangan karier seorang atlet. Ia tidak ingin Raymond/Joaquin tertekan oleh ekspektasi juara yang terlalu dini. “Jangan begini loh, memang saat ini mereka masuk final dua kali tapi belum juara. Tapi kan sebelumnya pernah juara Australian Open. Kita perlu proses,” tuturnya.

Advertisement

Anton menambahkan bahwa evaluasi terhadap kekurangan individu maupun pasangan akan terus dilakukan. “Nanti kan kekurangan-kekurangan pasangannya Raymond/Joaquin mungkin bisa kita evaluasi. Tapi kalau saya rasa sih dengan umur segitu, dengan hasil pencapaian dia selama ini ya saya rasa sih trennya bagus ya. Arahnya bagus, potensi untuk ke depannya. Tinggal prosesnya setiap latihan hari itu kita evaluasi terus, kekurangan-kekurangan secara individu, atau pada saat pasangan, nah kita akan evaluasi di situ,” jelasnya.

Jam Terbang di Turnamen Elite Masih Minim

Mantan pemain ganda putra ini juga menyoroti pentingnya jam terbang bagi Raymond/Joaquin. Menurutnya, pasangan muda ini baru saja mulai merasakan atmosfer turnamen level elite seperti Super 1000.

“Baru naik lima ratus kan. Baru sekali main di Australia ya kan? Terus main di (Super) 1000, Malaysia, main di Indonesia Masters. Kan baru bisa dihitung pakai berapa kali doang ya kan?,” ungkap Anton.

Anton menegaskan kembali pandangannya mengenai pentingnya kesabaran dalam membina karier atlet muda. “Saya rasa jangan buru-buru-lah. Kayak ingin mereka (buru-buru) juara-juara gitu. Seperti itulah pandangan saya seperti itu. Butuh proses lah. Butuh proses ya, oke,” tegas Anton.

Advertisement