Sepakbola

Liverpool Belajar Sabar Bongkar Pertahanan Parkir Bus ala Leeds United

Advertisement

Kegagalan Liverpool menjebol gawang Leeds United pada laga awal tahun 2026 menjadi pelajaran berharga bagi skuad asuhan Jurgen Klopp. Kapten tim, Virgil van Dijk, menekankan pentingnya kesabaran dalam menghadapi tim yang menerapkan strategi bertahan rendah atau yang kerap disebut ‘parkir bus’.

Dominasi Tanpa Gol

Dalam pertandingan yang digelar di Anfield, Liverpool tampil dominan sejak menit awal. Namun, solidnya barisan pertahanan Leeds United, yang memilih untuk menumpuk pemain di area tengah lapangan, membuat serangan-serangan Liverpool kerap menemui jalan buntu. Alhasil, laga perdana di tahun 2026 itu berakhir dengan skor kacamata, 0-0.

Van Dijk Ungkap Kunci Kesabaran

Menanggapi hasil yang kurang memuaskan tersebut, Virgil van Dijk mengungkapkan bahwa timnya cenderung bermain terlalu terburu-buru dalam upaya membongkar pertahanan lawan. Menurutnya, hal ini justru memudahkan Leeds untuk meredam setiap serangan yang dilancarkan oleh ‘The Reds’.

“Menurut saya, kami harus tetap sabar, meski kami ingin menyerang mereka secepat mungkin, menyerbut garis pertahanan terakhir mereka secepat mungkin,” ungkap Van Dijk seperti dikutip dari situs resmi klub. Ia menambahkan, “Tapi celah-celahnya kan tidak selalu ada dan kami mesti menciptakannya. Kami harus bermain dari sisi ke sisi, harus menjaga mereka tertahan di satu sisi dan memindahkan bola ke sisi lain.”

Advertisement

Lebih lanjut, bek tangguh asal Belanda itu menyatakan, “Kami mesti melakukan semua yang kami tahu dan sudah kami tunjukkan sebelumnya, tapi sayangnya bagian akhir pertandingan kami tidak cukup bagus.”

Fokus ke Laga Berikutnya

Kini, Liverpool harus segera mengalihkan fokus mereka. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian berat ketika mereka bertandang ke markas Fulham pada Minggu (4/1/2026) malam WIB, dalam lanjutan Liga Primer Inggris. Musim lalu, Liverpool menelan kekalahan tipis 2-3 dari Fulham di kandang lawan, sebuah catatan yang tentu ingin mereka perbaiki.

Advertisement