Sepakbola

Barcelona Berharap Cuan dari Mika Mármol, Potensi Jual ke Klub Lain

Advertisement

Barcelona – Klub raksasa Spanyol, Barcelona, berpotensi meraup keuntungan finansial dari mantan pemain jebolan akademinya, Mika Mármol. Kesepakatan transfer sebelumnya memberikan Barcelona hak 50 persen atas nilai ekonomi Mármol.

Potensi Keuntungan Barcelona dari Mika Mármol

Mika Mármol, yang sempat debut di tim senior Barcelona pada tahun 2022, kini bermain untuk Las Palmas. Setelah dilepas ke FC Andorra pada tahun 2022 karena gagal menembus skuad utama, karier Mármol beranjak naik ke Las Palmas pada tahun 2023. Kesepakatan transfer tersebut menyisakan 50 persen hak ekonomi bagi Barcelona, sebagaimana dilaporkan oleh Mundo Deportivo.

Saat ini, Mármol berusia 24 tahun dan kontraknya di Las Palmas akan berakhir pada musim panas 2026. Pemain asal Spanyol ini memiliki klausul pelepasan senilai 10 juta euro dan menarik minat dari beberapa klub La Liga, termasuk Osasuna, Mallorca, Girona, dan Celta Vigo. Situasi ini membuat Barcelona terus memantau perkembangan Mármol agar tidak kehilangan potensi keuntungan.

Las Palmas Hadapi Dilema Pertahankan Mármol

Presiden Las Palmas, Miguel Angel Ramirez, mengakui kesulitan klubnya dalam mempertahankan Mármol. Ia menyatakan bahwa perpanjangan kontrak sang pemain sangat rumit, terlebih dengan adanya ketertarikan dari klub-klub besar.

“Memperpanjang kontrak Mika sangat rumit. Kami berjuang untuk mempertahankannya, tapi itu sulit. Ada tim-tim besar yang menginginkan jasanya dan kami tak bisa bersaing dengan mereka,” ujar Ramirez, dilansir dari Mundo Deportivo.

Advertisement

Situasi ini membuka peluang bagi Barcelona untuk mendapatkan kembali sebagian dari investasi mereka melalui penjualan Mármol ke klub lain. Jika Las Palmas memutuskan untuk menjualnya, Barcelona akan menerima 50 persen dari nilai transfer tersebut.

Opsi Lain bagi Barcelona

Selain potensi keuntungan dari penjualan, Barcelona juga memiliki opsi untuk memulangkan Mármol. Klub berjuluk Los Cules ini sedang mengalami kekurangan pemain bertahan, dan pelatih Hansi Flick dikabarkan menginginkan tambahan amunisi di lini belakang. Kepulangan Mármol bisa menjadi solusi ekonomis bagi Barcelona di tengah kebutuhan mendesak tersebut.

Perkembangan situasi Mika Mármol terus dipantau ketat oleh Barcelona, baik untuk potensi keuntungan finansial maupun sebagai opsi penguatan skuad.

Advertisement