Perselisihan antara Inara Rusli dan Virgoun kembali memanas, kali ini terkait persoalan anak. Inara Rusli melaporkan Virgoun ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pada Jumat, 30 Januari 2026. Laporan ini dilayangkan atas dugaan Virgoun membawa anak-anak mereka secara paksa.
Aduan Inara Rusli ke Komnas PA
Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Inara Rusli datang untuk berdiskusi dan melaporkan kejadian yang dialaminya. “Ya, pertama-tama kami menerima kedatangan dari Ibu IR dengan maksud untuk diskusi, sekaligus juga melaporkan kejadian yang dialaminya, terutama tentang bahwa anak yang diasuhnya itu diambil secara paksa tanpa sepersetujuan dari beliau, oleh ayah anaknya (Virgoun),” kata Agustinus Sirait kepada awak media, Minggu (1/2/2026).
Agustinus Sirait menyatakan Komnas PA mendukung langkah Inara Rusli. Dukungan ini didasarkan pada fakta dan keadaan yang ada, termasuk surat keputusan pengadilan yang menetapkan hak asuh anak berada di tangan Inara. “Tentu Komnas Perlindungan Anak menyikapi ini bahwa kami mendukung Ibu IR tersebut karena berdasarkan fakta dan keadaannya hari ini, menurut surat dari keputusan pengadilan, bahwa hak asuh anak itu berada di tangan si Ibu, ya,” tambahnya.
Pelanggaran Hak Asuh Anak
Agustinus menilai tindakan Virgoun keliru dan berpotensi melanggar aturan Mahkamah Agung, mengingat hak asuh anak secara sah berada pada Inara. Ia juga menekankan dampak psikologis terhadap anak-anak. “Itu bagian dari kekerasan sebetulnya karena kita juga harus memikirkan bagaimana psikisnya anak-anak,” ujar Agustinus.
Lebih lanjut, Inara Rusli juga mengklaim adanya dugaan pemutusan akses komunikasi antara dirinya dengan anak-anak oleh Virgoun. Menanggapi hal ini, Agustinus Sirait menegaskan kesiapan Komnas PA untuk memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak. “Jadi kami menyarankan Ibu IR supaya dilakukan mediasi terhadap Bapak kandungnya. Kami mintakan nanti untuk memanggil ke Komnas Perlindungan Anak supaya bisa mengklarifikasi ini dan kita cari titik temu, ya,” tegasnya.






