Selebriti

Ikang Fawzi Dukung Chiki Fawzi Usai Batal Jadi Petugas Haji: Saya Tersinggung

Advertisement

Chiki Fawzi, putri bungsu musisi senior Ikang Fawzi, batal berangkat ke Tanah Suci sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Keputusan ini diambil meski Chiki telah menyelesaikan serangkaian pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede.

Pencopotan yang mendadak ini menimbulkan kesedihan mendalam bagi Chiki, mengingat impiannya menjadi pelayan tamu Allah telah ia persiapkan sejak tiga tahun lalu. Di tengah ketidakjelasan alasan pembatalan, Ikang Fawzi hadir sebagai figur yang memberikan dukungan emosional bagi putrinya.

Ikang Fawzi Merasa Terusik

Ikang Fawzi tidak menampik bahwa dirinya merasa terusik dengan perlakuan yang diterima Chiki. Sebagai seorang ayah, ia menilai proses pembatalan tersebut tidak adil. Alih-alih meluapkan kemarahan, Ikang memilih pendekatan personal dan hangat untuk menguatkan Chiki.

“Aku sangat senang sekali mempunyai anak-anak yang kritis dan bertanggung jawab,” ujar Ikang Fawzi saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).

Pelantun lagu “Preman” itu memandang sikap kritis putrinya sebagai sebuah aset berharga. Menurutnya, generasi muda yang berani bersuara adalah kunci untuk memperjuangkan masa depan, meskipun terkadang harus menghadapi konsekuensi pahit seperti yang dialami Chiki.

“Karena anak muda itu harus kritis dan bertanggung jawab, karena masa depan milik mereka. Masa depan itu enggak gratis, mereka harus merebut masa depan mereka sendiri,” tuturnya.

Profesionalisme dan Ketersinggungan

Meskipun demikian, Ikang Fawzi mengakui adanya rasa ketersinggungan pribadi. Ia berpendapat bahwa profesionalisme seharusnya tidak dicampuradukkan dengan hal-hal lain yang dinilai kurang bijaksana.

Advertisement

“Ya, bukan sedih, saya tersinggung. Saya juga ini… tapi saya pikir ya itu urusan. Lo punya gawean, ya terserah lo. Mau tidak bijaksana, itu urusan lo,” ungkap Ikang Fawzi.

Momen Sederhana Penguat Keluarga

Untuk menghibur putrinya, Ikang Fawzi memilih cara yang sederhana namun bermakna: makan bakso bersama. Momen santai ini menjadi ruang bagi percakapan mendalam antara ayah dan anak.

“Kemarin sempat makan bakso bareng,” ucapnya singkat.

Musisi berusia 66 tahun itu membuktikan bahwa dukungan sederhana dari keluarga, seperti pelukan seorang ayah dan semangkuk bakso, dapat memberikan kekuatan yang luar biasa.

“Keluarga itu harus semakin kompak dan solid. Karena bagaimanapun juga, keluarga yang solid itulah yang bisa membuahkan masyarakat yang sehat ke depannya,” pungkasnya.

Advertisement