Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengonfirmasi perpanjangan kontrak Thomas Tuchel sebagai pelatih Timnas Inggris hingga tahun 2028. Keputusan ini diambil untuk memberikan kepastian jangka panjang, bukan karena kekhawatiran akan godaan dari klub lain, termasuk Manchester United.
Perpanjangan Kontrak di Tengah Kritik
Tuchel, yang kini berusia 52 tahun, sebelumnya memiliki perjanjian kerja yang akan berakhir setelah Piala Dunia 2026. Perpanjangan kontrak yang dilakukan beberapa bulan sebelum turnamen akbar tersebut menuai kritik. Sebagian pihak menilai FA bertindak gegabah karena tidak menunggu hasil Inggris di Piala Dunia sebelum memberikan kontrak baru.
Tanggapan FA: Kepastian Jangka Panjang
CEO FA, Mark Bullingham, menepis anggapan tersebut dan menyebutnya tidak realistis. Ia menegaskan bahwa perpanjangan kontrak ini didasari keyakinan FA terhadap kemampuan Tuchel untuk memimpin tim hingga 2028. Bullingham juga membantah bahwa langkah ini diambil untuk mengamankan Tuchel dari potensi ketertarikan Manchester United.
“Kami menunjuknya dengan pandangan bahwa dia akan menjadi pelatih kami untuk 2028. Setiap orang punya kondisi-kondisi performa di kontrak mereka, Anda tak akan mengharapkan saya untuk membahasnya,” ujar Bullingham, dikutip dari ESPN.
“Saya juga punya ketentuan tersebut, tapi kami sangat jelas bahwa kami ingin dia melatih kami pada tahun 2028.”
Bullingham menambahkan, “Saya rasa itu tidak realistis. Kalau Anda melihat siapa saja di bisnis apapun yang punya kontrak jangka tetap, jelas ketika kontrak jangka tetap itu berakhir, mereka sudah akan mempertimbangkan masa depan mereka.”
“Dari sudut pandang kami, kami merasa memiliki pelatih kelas dunia yang bekerja sangat baik untuk kami dan kami ingin dia lanjut,” imbuhnya.
Konteks Manchester United dan Kepastian Turnamen
Tuchel memang sempat dikait-kaitkan dengan Manchester United, yang saat itu masih ditangani Michael Carrick sebagai caretaker. Namun, Bullingham menegaskan bahwa keputusan perpanjangan kontrak Tuchel diambil bahkan sebelum MU berpisah dengan Ruben Amorim.
“Kami cenderung ingin tahu di mana posisi kami, untuk menghilangkan ketidakpastian saat memasuki turnamen, hal itu memberikan kepastian kepada semua orang — tim pendukung dan para pemain,” jelas Bullingham mengenai alasan di balik keputusan ini.
Kepastian ini diharapkan dapat memberikan fokus penuh bagi tim dan para pemain menjelang Piala Dunia 2026.






