Berita

Eyang Meri Hoegeng Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun Setelah Dua Kali Dirawat

Advertisement

Meriyati Hoegeng, istri dari Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang akrab disapa Eyang Meri, tutup usia pada umur 100 tahun. Eyang Meri meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (3/2/2026) pukul 13.25 WIB.

Riwayat Perawatan

Anak kedua Eyang Meri, Aditya Soetanto Hoegeng, menjelaskan bahwa ibundanya sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak dua kali sebelum meninggal dunia. Perawatan pertama dilakukan pada pertengahan Oktober 2025. Setelah dinyatakan boleh pulang, Eyang Meri menunjukkan penurunan kondisi kesehatan, termasuk kesulitan makan, yang mendorong keluarga membawanya kembali ke rumah sakit.

“Jadi Ibu dua kali dirawat. Jadi satu minggu pertama itu di pertengahan Oktober. Lalu sudah dinyatakan boleh pulang, tapi dua hari di rumah, Ibu sudah tidak mau makan, jadi kita kesulitan,” ujar Aditya kepada wartawan di rumah duka, Pesona Khayangan, Depok, Selasa (3/2/2026).

Keluarga kembali membawa Eyang Meri ke rumah sakit pada akhir Januari 2026. Namun, kondisinya terus menurun selama perawatan kedua yang berlangsung hingga hari meninggalnya. Aditya memperkirakan total waktu perawatan Eyang Meri di rumah sakit adalah sekitar dua minggu.

“Jadi akhirnya kita bawa lagi Ibu ke rumah sakit untuk yang kedua kalinya, dari tanggal 26 sampai hari ini kondisinya terus menurun,” tuturnya. Ia menambahkan, “Kalau dihitung, dua minggu dirawat.”

Kondisi Kesehatan dan Harapan

Aditya mengungkapkan bahwa Eyang Meri telah mengalami cedera paha sejak tahun 2020, yang membuatnya harus menghabiskan enam tahun terakhir hidupnya di tempat tidur. Ia memohon doa dari seluruh pihak atas kepulangan ibundanya.

Advertisement

“Sakit karena sudah sepuh, cedera paha dari 2020, bayangin 6 tahun di tempat tidur. Doain Ibu ya,” tutupnya.

Profil Singkat

Eyang Meri lahir pada 23 Juni 1925. Beliau merupakan putri dari pasangan Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Meriyati dan Hoegeng menikah pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta dan dikaruniai tiga orang anak: Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu.

Saat merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada 23 Juni 2025, Eyang Meri sempat menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh Kapolri dan jajaran. Ia berujar, “Saya hanya bisa berdoa semoga semuanya keadaan sehat, selamat dalam lindungan Allah SWT.”

Jenazah Eyang Meri akan disemayamkan di Pesona Khayangan, Depok.

Advertisement