Berita

Eddy Soeparno Usulkan Perluasan Kerja Sama Penanganan Krisis Iklim dengan Jerman

Advertisement

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mengusulkan agar kerja sama antara Indonesia dan Jerman diperluas, khususnya dalam bidang tata kelola (governance) dan keberlanjutan (sustainability) terkait aksi perubahan iklim.

Perkuat Kurikulum Pendidikan dan Kapasitas

Eddy Soeparno menekankan pentingnya penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas yang telah terjalin antara Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan Indonesia sejak tahun 1968. Ia mengusulkan agar kurikulum tata kelola dan aksi penanganan iklim dimasukkan untuk memperluas literasi mengenai ancaman krisis iklim kepada para pemangku kebijakan dan masyarakat umum.

“Bagaimanapun penguatan literasi terkait ancaman krisis iklim perlu semakin diperluas ke segenap pemangku kebijakan dan masyarakat umum,” ujar Eddy dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Dampak Nyata Krisis Iklim

Ia menyoroti dampak nyata dari krisis iklim yang telah dirasakan di Indonesia, seperti curah hujan dan banjir di musim kemarau, hujan ekstrem yang menyebabkan musibah longsor di berbagai daerah (Aceh, Sumut, Sumbar, Jawa Barat), serta krisis air dan polusi udara yang akut. Oleh karena itu, penanganan krisis iklim dan lingkungan di ‘hulu’ melalui pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas dianggap sama pentingnya.

“Kita telah merasakan dampak dari krisis iklim dimana curah hujan dan banjir terjadi di musim kemarau, hujan ekstrem menyebabkan musibah longsor di Aceh, Sumut, Sumbar, Jawa Barat dan daerah lainnya, serta krisis air dan polusi udara yang akut. Oleh karena itu, penanganan krisis iklim dan lingkungan di ‘hulu’ melalui pendidikan, pelatihan dan peningkatan kapasitas, tidak kalah pentingnya,” lanjutnya.

Pernyataan ini disampaikan Eddy saat memberikan sambutan di hadapan petinggi KAS Jerman pada Rabu (11/02).

Inisiator dan Champion Penanganan Krisis Iklim

Eddy Soeparno menyatakan kesiapannya untuk menjadi inisiator sekaligus champion bersama para pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong agenda penanganan krisis iklim. Ia bertekad untuk mengawal proses transisi energi dan aksi iklim melalui legislasi, kolaborasi, dan aksi nyata, sejalan dengan tekad Presiden Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sambil menjaga kelestarian lingkungan.

Advertisement

“Melalui legislasi, kolaborasi dan aksi riil untuk mengawal proses transisi energi dan aksi iklim, sejalan dengan tekad Presiden Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan tetap menjaga lingkungan,” kata Eddy.

Ia menambahkan bahwa aspek lingkungan hidup mendapatkan perhatian serius dari Presiden, sesuai dengan Asta Cita Presiden. Oleh karena itu, penting untuk menerjemahkan cita-cita tersebut ke dalam kebijakan, legislasi, dan aksi nyata agar ekonomi Indonesia tumbuh dengan tetap mengedepankan asas keberlanjutan.

“Sesuai Asta Cita Presiden, aspek lingkungan hidup mendapatkan perhatian serius dari beliau. Oleh karenanya kita perlu menerjemahkan cita-cita beliau dalam bentuk kebijakan, legislasi dan aksi nyata agar ekonomi Indonesia tumbuh dengan tetap mengedepankan azas keberlanjutan,” sambungnya.

Harapan Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Jerman

Eddy juga menyampaikan harapannya agar kerja sama yang telah terjalin lama dan saling menguntungkan antara pemerintah Indonesia dan Jerman di berbagai bidang seperti teknologi, kesehatan, dan pendidikan dapat terus ditingkatkan. Pengalaman pribadinya selama sembilan tahun tinggal di Jerman membuatnya merasakan keunggulan teknologi serta sistem pendidikan dan kesehatan di negara tersebut.

“Saya sempat tinggal 9 tahun di Jerman dan sangat merasakan keunggulan teknologi serta sistem pendidikan dan kesehatan di Jerman. Semoga ke depannya, Indonesia dan Jerman dapat bekerjasama di berbagai bidang ekonomi, energi, sosial dan lainnya dalam kerangka kolaborasi yang saling menguntungkan,” tutup Eddy.

Advertisement