Hujan disertai angin kencang menerjang kawasan Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (12/2/2026) sore. Peristiwa yang hanya berlangsung sekitar 15 menit itu menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan, termasuk rusaknya sebagian atap stadion dan tumbangnya sejumlah pohon.
Kerusakan Signifikan Akibat Angin Kencang
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menjelaskan bahwa angin kencang berembus dari arah selatan menuju utara, menyapu area stadion.
“Sebenarnya kejadiannya hanya 15 menitan ya, 15 menitan itu yang saya rasakan juga di kantor kami juga tidak jauh dari sini. Hanya 15 menitan kejadiannya angin kencang tersebut, tapi kerusakannya cukup signifikan,” kata Ade Hasrat kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (12/2/2026).
Angin kencang tersebut menyapu sejumlah warung tenda, merobohkan beberapa motor, dan bahkan membuat sebuah mobil truk terempas.
“Pada sore hari ini kita mendapat musibah atau ujian. Ada angin kencang yang bertiup dari arah selatan ke arah utara, yang dimulai bergeraknya, sepertinya dari mulai sekitaran laga tangkas dan akhirnya menuju ke pintu 3 sampai dengan 6 di sisi utara Stadion Pakansari,” ucapnya.
Selain atap stadion yang rusak parah di sisi utara, banyak pohon di sekitar stadion yang tumbang. Sebuah gedung yang sedang dibangun untuk koperasi Merah Putih juga mengalami kerusakan pada bagian atapnya.
Satu Pedagang Terluka Ringan
Peristiwa angin kencang ini juga menyebabkan satu orang terluka. Korban merupakan seorang pedagang yang sedang berjualan di sekitar lokasi acara pertandingan pencak silat.
“Kemudian juga ada korban luka satu orang di sekitar laga tangkas, karena kebetulan memang sedang ada acara pertandingan pencak silat ya, dari TNI. Tapi Alhamdulillah sudah bisa ditangani, dibawa ke tempat pengobatan, ke rumah sakit, karena luka ringan,” jelas Ade Hasrat.
Korban mengalami luka ringan di bagian lengan akibat terkena material yang terempas angin atau robohnya tenda.
“Hanya di bagian lengan (lukanya) tergores. Sepertinya (terkena material) atau mungkin karena tendanya yang rubuh ya, kan tenda-tenda dari sepanjang hampir 20 meter itu kan terbawa angin. Sepertinya di situ terjadi,” imbuhnya.






