Serang – Banjir masih menggenangi Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa (13/1/2026). Perumahan Bumi Negara Lestari (BNL) menjadi salah satu area terdampak parah dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Kondisi ini disebabkan oleh masalah drainase yang buruk dan meluapnya Sungai Cikambui.
Kapolres Serang Turun Langsung
Menyikapi situasi tersebut, Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan secara langsung menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang diserahkan meliputi 1 kuintal beras, 80 dus mi instan, 50 kilogram telur, 25 kilogram gula, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti kecap, saus sambal, saus tomat, air mineral, biskuit, dan makanan ringan.
Bantuan logistik ini diperuntukkan bagi kebutuhan dapur umum yang telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan makan warga yang terdampak banjir. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak cuaca ekstrem dan membantu kelancaran dapur umum,” ujar Andri Kurniawan.
Interaksi dengan Warga
Selain menyerahkan bantuan, Kapolres Serang juga berinteraksi langsung dengan warga, terutama anak-anak. Ia menyisir lokasi banjir sambil membagikan biskuit kepada anak-anak, memberikan sedikit keceriaan di tengah kondisi sulit yang mereka hadapi.
Andri Kurniawan menegaskan bahwa kehadiran personel Polri bukan hanya sekadar memberikan bantuan logistik, tetapi juga untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. “Polri akan terus hadir, memberikan rasa aman, serta membantu masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh sejumlah pejabat Polres Serang, antara lain Kabagops Kompol Edi Susanto, Kabaglog Kompol Uka Subakti, Kasatreskrim AKP Andi Kurniady, Kasatintelkam AKP Saeful Sani, Kasi Propam Ipda Jhoni Yuhanto, dan Kapolsek Cikande AKP Tatang.
Dapur Umum dan Genangan Air
Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Serang telah mendirikan tenda dapur umum untuk membantu warga Perumahan Bumi Negara Lestari, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, yang terdampak cuaca ekstrem. Genangan air di perumahan tersebut terpantau mencapai lebih dari 30 sentimeter, mengganggu aktivitas sehari-hari warga, termasuk dalam penyediaan makanan bagi keluarga.






