Selebriti

Aurelie Moeremans Tak Menyesal Bersuara Soal Grooming Lewat Buku ‘Broken Strings’

Advertisement

Aktris Aurelie Moeremans menyatakan tidak menyesal telah bersuara mengenai pengalamannya menjadi korban child grooming melalui buku berjudul Broken Strings. Meskipun proses penulisan buku tersebut diakuinya tidak mudah dan membuka luka lama, Aurelie merasa keputusannya tepat karena banyak orang merasa terbantu.

Membuka Luka Demi Penyembuhan

Aurelie Moeremans, yang kini telah menikah dan tinggal di Amerika Serikat, menceritakan bahwa proses menyelesaikan buku tersebut membutuhkan keberanian. Ia harus kembali mengingat detail-detail masa lalu yang menyakitkan sebagai korban child grooming. “Mengingat detail-detail itu tidak mudah dan cukup menyakitkan, tapi justru proses itu menjadi bagian dari penyembuhan,” kata Aurelie Moeremans, Senin (12/1/2026).

Melihat respons positif yang diterima setelah mempublikasikan Broken Strings, Aurelie Moeremans yakin ini adalah keputusan yang tepat. Ia tidak menyesal merampungkan buku tersebut. “Tidak (menyesal). Justru sebaliknya. Meski prosesnya berat, respons yang datang membuatku yakin keputusan ini tepat. Banyak orang merasa terbantu dan tidak sendirian, dan itu membuat semua rasa sakitnya terasa berarti,” ungkap Aurelie Moeremans.

Isi Buku ‘Broken Strings’ dan Gangguan yang Diterima

Dalam buku digital yang dapat diunduh secara gratis, Aurelie Moeremans secara terbuka menceritakan bagaimana ia menjadi korban grooming sejak usia 15 tahun oleh seorang pria yang usianya dua kali lipat dari usianya. Ia mengaku menjadi korban manipulasi dan kontrol sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri dari pelaku.

Namun, di balik niat baiknya untuk berbagi pengalaman tanpa menyebut nama atau menyerang siapa pun, Aurelie justru menerima komentar yang membuatnya merasa terganggu. “Aku nulis buku tentang pengalaman aku mengalami kekerasan saat umur 15 tahun. Niatnya sederhana, berbagi, tanpa sebut nama, tanpa serang siapa pun. Lucunya, ada yang merasa, lalu malah ganggu aku lagi. Padahal caranya… justru berisiko buat dirinya sendiri. Selama ini aku memilih diam, tapi diam itu pilihan, bukan kewajiban. Dan setiap pilihan punya batas,” aku Aurelie Moeremans dalam komentar di unggahannya.

Advertisement

Menghadapi Risiko dengan Tegas

Menyadari akan risiko yang mungkin timbul setelah bersuara mengenai kisahnya sebagai korban grooming, Aurelie Moeremans menyatakan kesiapannya. “Ku sadar sejak awal bahwa ketika kita jujur, pasti akan ada reaksi yang beragam, tapi niat utamaku bukan untuk menyenangkan semua orang, melainkan untuk membantu mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Bintang film Baby Blues itu menegaskan komitmennya. “Selama yang kutulis adalah kebenaran dan tujuannya baik, aku siap dengan risikonya. Fokusku tetap pada dampak positif yang bisa dihasilkan, bukan pada penolakan yang mungkin muncul,” tegas Aurelie Moeremans.

Awalnya, Aurelie mengaku sangat takut ketika memutuskan untuk mempublikasikan buku tersebut. Namun, melihat bagaimana buku itu membantu banyak perempuan muda dan orang tua, rasa takutnya berubah menjadi rasa syukur dan kebahagiaan yang besar. “Jujur, di awal aku sangat takut. Tapi setelah melihat bagaimana buku ini membantu begitu banyak perempuan muda dan juga orang tua, rasa takut itu berubah menjadi rasa syukur dan kebahagiaan yang besar,” tukas Aurelie Moeremans.

Advertisement