Nunun Lusida, seorang perempuan berusia 60 tahun, melaporkan Vicky Prasetyo ke Polres Bandung Barat (Cimahi) atas dugaan penggelapan dana sebesar Rp 700 juta. Dana tersebut dipinjam Vicky Prasetyo pada tahun 2024 untuk modal politik, yang dijanjikan akan dikembalikan dalam waktu tiga hari. Namun, hingga kini, Nunun mengaku uang tersebut belum juga kembali.
Kronologi Peminjaman dan Janji Palsu
Menurut Nunun, peminjaman uang ini berawal dari ajakan Vicky Prasetyo kepada suami Nunun untuk bergabung dalam ajang Pilkada 2024. Nunun diminta menyediakan modal sebesar Rp 700 juta. “Jadi janjinya semua lisan (peminjaman). Dijanjikan paling lama 3 hari akan dikembalikan,” ujar Nunun saat jumpa pers di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (16/2/2026). Nunun terpaksa mengorbankan tabungan masa tuanya untuk memenuhi permintaan tersebut.
Namun, setelah Nunun memberikan uang tersebut, Vicky Prasetyo justru tidak jadi menggandeng suami Nunun. Lebih parahnya lagi, uang yang dipinjam pun tidak dikembalikan. Keadaan semakin rumit karena suami Nunun kemudian meminta cerai dan kini telah berpisah, yang diduga dipicu oleh kegagalan pencalonan yang diinisiasi Vicky Prasetyo.
Bukti Peminjaman dan Upaya Penagihan
Nunun Lusida menegaskan bahwa Vicky Prasetyo tidak menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan atau mencicil dana tersebut. “(Dicicil) tidak, tidak ada,” tegas Nunun. Peminjaman ini tidak disertai perjanjian tertulis di atas materai atau hitam di atas putih. Nunun hanya memiliki bukti transfer bank dan percakapan melalui pesan singkat (chat) ke Vicky Prasetyo sebagai bukti.
James Tambunan, kuasa hukum Nunun, mendampingi kliennya dalam jumpa pers tersebut. Ia menjelaskan bahwa peminjaman uang ini telah berlangsung selama dua tahun.
Latar Belakang Politik Vicky Prasetyo
Vicky Prasetyo diketahui aktif dalam kegiatan politik pada tahun 2024. Ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) melalui daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VI (Kota Depok dan Kota Bekasi) pada Pemilu Legislatif 2024, diusung oleh Partai Perindo. Selain itu, Vicky juga tercatat sebagai calon Bupati Pemalang, Jawa Tengah, berpasangan dengan Muchamad Suwandi dan diusung oleh PKB.






