Tomohon, Sulawesi Utara – Aktivitas vulkanik Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, menunjukkan peningkatan signifikan, mendorong Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk menaikkan statusnya menjadi Level II atau Waspada. Peningkatan status ini berlaku efektif sejak Senin, 9 Februari 2026.
Peningkatan Aktivitas dan Rekomendasi
Berdasarkan pengamatan PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lokon pada periode 8 Februari 2026, kondisi cuaca di sekitar gunung umumnya cerah, berawan, dan hujan dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah tenggara. Suhu udara berkisar antara 19-26 derajat Celsius dengan volume curah hujan mencapai 15 mm per hari.
Secara visual, Gunung Lokon terlihat jelas dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih yang membubung setinggi 5 hingga 25 meter di atas puncak kawah. PVMBG mencatat, “Gunung Lokon Level II (Waspada).”
Menyikapi kondisi tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan. “Masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati dan melakukan aktivitas di dalam radius 2,5 km dari Kawah Tompaluan (Pusat Aktivitas),” tegas laporan tersebut.
Lebih lanjut, PVMBG mengimbau agar masyarakat tetap berada di dalam rumah jika terjadi letusan dan hujan abu. Bagi yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata).
Waspada Lahar di Musim Hujan
Selain itu, kewaspadaan ekstra juga ditekankan terkait potensi bencana susulan. “Mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon terutama pada musim hujan,” ujar PVMBG dalam laporannya.
Informasi ini dilansir dari detikSulsel pada Senin (9/2/2026). Sebelumnya, wilayah Flores Timur juga telah menetapkan tanggap darurat banjir lahar dingin hingga 30 Desember.






