TAPANULI SELATAN, KOMPAS.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meresmikan 200 unit hunian sementara (huntara) di Simarpinggan, Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Kamis (5/2/2026). Huntara ini merupakan hasil kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Danantara.
Peresmian ini tidak hanya terbatas di Tapanuli Selatan. Tito juga meresmikan secara virtual 50 unit huntara di wilayah yang sama, serta secara serempak meresmikan huntara di tujuh kabupaten terdampak bencana di Sumatera. Tujuh kabupaten tersebut meliputi Tapanuli Tengah (112 unit), Tapanuli Utara (40 unit), Aceh Tamiang (58 unit), Aceh Timur (308 unit), Aceh Utara (84 unit), Pidie Jaya (410 unit), dan Tanah Datar (38 unit). Secara total, sebanyak 1.300 unit huntara diresmikan serentak.
Upaya Strategis Pemerintah
Tito Karnavian menjelaskan bahwa pembangunan huntara di Simarpinggan merupakan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat relokasi pengungsi ke hunian yang lebih layak sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) selesai. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan pengungsi berlama-lama di tenda pengungsian, sehingga pembangunan huntara terus digenjot di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera.
Lebih lanjut, Tito menekankan bahwa berbagai elemen pemerintahan, mulai dari Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, hingga Kepala BNPB Suharyanto, secara bergantian telah meresmikan huntara di wilayah terdampak. “Ini kesekian kali yang kita lakukan untuk menunjukkan kehadiran negara,” tegas Tito.
Tinjauan Langsung dan Bantuan Logistik
Dalam acara peresmian, Tito Karnavian didampingi Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu meninjau langsung kelayakan dan kelengkapan sarana prasarana di kompleks Huntara Simarpinggan. Ia juga berdialog dengan para pengungsi, yang mayoritas berasal dari Tandihat, Angkola Selatan. Para pengungsi menyatakan fasilitas yang tersedia di huntara sudah memadai.
Kompleks Huntara di Simarpinggan dirancang dengan 200 unit kamar, dilengkapi 40 toilet, empat unit dapur umum, dan empat musala. Fasilitas pendukung seperti lapangan futsal dan playground untuk anak usia dua hingga empat tahun juga disediakan guna mendukung tumbuh kembang mereka.
Selain peresmian, Tito juga menyerahkan bantuan logistik dan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban bencana di Tapanuli Selatan yang rumahnya rusak namun memilih menyewa rumah atau tinggal bersama keluarga. Bantuan DTH sebesar Rp600 ribu per bulan dicairkan untuk tiga bulan, dengan total Rp1,8 juta per keluarga.






