Sepakbola

Liverpool Dihujat Rp 1,4 T untuk Bek Muda: ‘Klub Bodoh’ dan ‘Dungu’

Advertisement

Liverpool menuai kritik tajam setelah mengeluarkan dana fantastis sebesar Rp 1,4 triliun untuk mendatangkan bek muda asal Prancis, Jeremy Jacquet. Keputusan klub berjuluk The Reds ini dinilai sebagai langkah yang bodoh oleh sejumlah pengamat sepak bola.

Transfer Mengejutkan Jeremy Jacquet

Transfer Jeremy Jacquet ke Anfield resmi dirampungkan pada Selasa (3/2/2026). Liverpool berhasil mengamankan jasa bek berusia 20 tahun itu dengan mahar 72 juta euro, yang setara dengan Rp 1,4 triliun, termasuk biaya tambahan. Jacquet didatangkan untuk dipersiapkan sebagai calon penerus Virgil van Dijk di lini pertahanan Liverpool dan dijadwalkan bergabung pada musim panas 2026.

Jeremy Jacquet memang dikenal sebagai salah satu bek tengah muda dengan potensi besar. Pemain yang kini memperkuat Timnas Prancis U-21 ini memiliki keunggulan fisik yang menonjol dan telah mencatatkan 18 penampilan di Liga Prancis bersama Rennes.

Kritik Pedas dari Christophe Duggary

Meskipun mengakui kualitas Jacquet, mantan penggawa Timnas Prancis, Christophe Duggary, melontarkan sindiran pedas terhadap Liverpool terkait mahalnya biaya transfer tersebut. Duggary menilai Liverpool telah tertipu oleh Rennes.

“Ini bukan bermaksud menyinggung pemain; jujur saja, dia sama sekali tidak bersalah, dan kami mendoakan yang terbaik untuknya karena dia pemain yang bagus,” ujar Duggary kepada RMC Sport. “Ketika Anda memiliki orang bodoh seperti itu, selamat untuk Rennes. Rennes berhasil menemukan sosok dungu seperti Liverpool dengan harga 72 juta euro,” sindirnya.

Advertisement

Duggary mengkritik klub-klub Liga Inggris yang dinilainya terlalu royal dalam mengeluarkan uang untuk talenta muda, sebuah praktik yang ia sebut konyol dan dapat memberikan tekanan besar bagi pemain di masa depan.

“Bagi kita yang mengerti sepakbola, jangan mencoba membenarkan jumlah ini dengan mengatakan itu karena Liverpool punya uang atau apa pun. Itu tidak ada artinya,” Duggary menuturkan. “Saya tidak tahu apa yang terjadi, ini konyol. Ini bukan soal penawaran dan permintaan, tapi langkah ini amat sangat konyol,” tambahnya.

Keputusan Liverpool untuk menggelontorkan dana besar bagi pemain muda ini menimbulkan perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola, terutama mengingat potensi risiko yang menyertai transfer bernilai tinggi.

Advertisement