Berita7 — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa promosi dan pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) harus berdasar kapasitas, kompetensi, dan kinerja — bukan kedekatan atau latar belakang tertentu.
Pernyataan itu disampaikan Raja Juli Antoni saat memaparkan upaya pembangunan sistem merit di lingkungan Kementerian Kehutanan, Rabu (8/7/2026).
“Saya sedang terus berusaha semaksimal mungkin, untuk membangun sistem merit, meritokrasi di kementerian ini,” ujar Raja Juli Antoni dalam keterangannya.
Ia mengakui sistem tersebut belum sempurna, namun berharap menjadi warisan yang ditinggalkan bersama Wakil Menteri Kehutanan Rochmat Marzuki.
“Di mana nanti saya ingin kawan-kawan, adik-adik sekalian yang bekerja dengan baik, tanpa perlu kenal menteri dan wamen, tapi tercatat secara digital, kagum melalui platform yang kita punya, yang bisa diakses oleh semua,” tambahnya.
Reformasi Birokrasi dan Budaya Kerja
Menurut Raja, reformasi birokrasi melampaui perubahan struktur organisasi dan harus mencakup perubahan budaya kerja. Proses itu, kata dia, tidak selalu mudah dan dapat menimbulkan gejolak.
“Kalian adalah bagian paling penting dari proses perubahan ini. Mari terus bekerja menata kementerian agar semakin baik, menjaga kelestarian hutan, pembangunan tetap berjalan, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ucapnya.
Peningkatan Kualitas SDM dan Pendidikan
Raja juga mendorong seluruh ASN meningkatkan kualitas diri melalui pembelajaran formal maupun nonformal. Kemenhut, menurutnya, akan memperkuat pengembangan sumber daya manusia dengan membuka peluang pendidikan dan beasiswa untuk menyiapkan generasi pemimpin kehutanan di masa depan.
“Jangan pernah berhenti belajar. Belajar bukan hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga dari pimpinan, rekan kerja, maupun bawahan. Saya sendiri sebagai menteri tidak pernah berhenti belajar agar setiap keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan pemahaman yang utuh,” kata Raja.
Talenta Berbasis Merit
Dalam upaya membangun sistem merit, Raja menyatakan kementeriannya berusaha menyusun talent pool yang objektif dan merit-based.
“(Kami) Berusaha untuk membuat talent pool yang objektif, yang didasarkan kepada merit-based, didasarkan kepada kapasitas seseorang, kinerja seseorang, bukan latar belakang suku, agama, atau dia dari mana,” ujar Raja Juli Antoni.
Ia menegaskan langkah ini menjadi fondasi reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Kehutanan.
Ikuti Berita7
