Berita7.co.id — Prancis menuduh Iran telah memancing serangan terbaru Amerika Serikat dengan melanggar komitmen gencatan senjata. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot saat menjawab pertanyaan terkait aksi militer terkini antara Washington dan Teheran.
Barrot mengatakan, menurut pengamatannya, tindakan Iran menargetkan kapal-kapal di perairan Oman merupakan pelanggaran terhadap komitmen yang dibuat kedua negara dan hukum internasional. Ia menyerukan agar manuver semacam itu dihentikan demi kelanjutan perundingan yang penting.
Kronologi Singkat
Konfrontasi antara AS dan Iran kembali meningkat sejak Selasa (7/7) dan berlanjut hingga Kamis (9/7). Kedua pihak saling melancarkan serangan dalam perebutan pengaruh atas Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan minyak dan gas global.
Militer AS menyatakan serangan terbarunya adalah respons atas serangan terhadap tiga kapal komersial, termasuk kapal dari Qatar dan Arab Saudi, yang melintasi Selat Hormuz beberapa hari terakhir. Washington menuding Teheran berada di balik insiden-insiden tersebut.
Iran membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di kawasan Teluk, terutama di Kuwait dan Bahrain. Kedua negara saling menuduh melanggar gencatan senjata: AS menyebut serangan terhadap kapal sebagai pelanggaran, sementara Teheran menuding Washington melakukan pelanggaran melalui rangkaian serangan, pemberlakuan kembali sanksi minyak, dan tindakan lain di wilayah tersebut.
Seruan Prancis
Menlu Prancis menegaskan pentingnya meredakan ketegangan agar perundingan krusial dapat berlangsung dalam kondisi terbaik. Ia meminta semua pihak untuk menahan diri dari tindakan militer yang dapat memperburuk situasi.
Ikuti Berita7.co.id
