— Teheran — Serangan udara Amerika Serikat kembali dilancarkan ke wilayah Iran pada Rabu (8/7) malam waktu setempat, menandai hari kedua bentrokan militer antara kedua negara. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 14 orang tewas dan 78 lainnya luka-luka akibat rentetan serangan tersebut.

Dalam pernyataan yang dirilis lewat akun resmi, Kepala Humas Kementerian Kesehatan, Hossein Kermanpour, menyebutkan sebagian korban luka telah mendapatkan perawatan dan kembali pulang, sementara 47 orang masih dirawat di rumah sakit.

Kronologi Serangan

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukannya menargetkan sekitar 90 sasaran militer Iran pada gelombang serangan malam itu. Menurut pernyataan CENTCOM, sasaran mencakup sistem pertahanan udara, aset pengintaian pesisir, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang garis pantai Iran.

Militer Iran menyebut sejumlah anggota angkatan udaranya gugur dalam serangan yang terjadi di kawasan selatan, termasuk Bandar Abbas dan Bushehr. Pemerintah Iran menilai tindakan Washington sebagai “agresi kriminal”.

Dampak Fisik dan Infrastruktur

Laporan dari kantor berita resmi Iran menggambarkan adanya ledakan di beberapa lokasi sepanjang pesisir selatan. Suara pesawat tempur terdengar di atas Pulau Kish, dan ledakan dilaporkan mengguncang bandar pelabuhan seperti Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar; sebagian daerah mengalami pemadaman listrik.

Selain itu, dilaporkan ada serangan yang menimpa pangkalan militer di wilayah pesisir Bushehr, yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir sipil. Di timur laut Iran, sejumlah laporan resmi menyebutkan sebuah jembatan kereta api rusak setelah terkena hantaman serangan udara.

Pernyataan Resmi

“Dari jumlah korban luka tersebut, sebanyak 47 orang masih dirawat di rumah sakit dan sisanya telah diperbolehkan pulang setelah menerima perawatan medis,”

— Hossein Kermanpour, Kepala Humas Kementerian Kesehatan Iran

Komando Pusat AS dalam pernyataannya menyatakan tujuan serangan adalah untuk “melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang pelayaran komersial dan para pelaut sipil di Selat Hormuz.”