Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung fasilitas food safety di Sekolah Polisi Perwira (SPPG) Polri Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (13/2/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari peresmian dan groundbreaking SPPG Polri serta Gudang Ketahanan Pangan yang tersebar di berbagai lokasi.
Inovasi Pembeda SPPG Polri
Setibanya di lokasi pada pukul 09.03 WIB, didampingi Jenderal Sigit, Prabowo langsung memeriksa berbagai peralatan modern yang disiapkan di SPPG Polri. AKBP Victor Inkiriwang, Kabag Binkar Biro SDM Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa SPPG Palmerah dibangun di atas lahan 900 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi, sesuai standar BGN.
Fasilitas yang ada meliputi filter air, hydro reverse osmosis untuk pemurnian air, water heater untuk mencuci food tray, serta food tray streamer electric dan food tray UV sterilizer. Prabowo sempat mencoba alat pengering food tray dan mengamati proses sterilisasi menggunakan sinar UV untuk membasmi bakteri dan kuman.
Selain itu, SPPG ini dilengkapi alat pengelola limbah dapur modern dan alat tes kit untuk memastikan keamanan pangan dari kontaminasi zat berbahaya. SPPG Palmerah juga telah mengantongi sertifikat standar BGN terkait higienitas, kompetensi, dan kehalalan.
Alur Pengolahan Makanan Bergizi Gratis (MBG)
Prabowo kemudian memasuki area SPPG dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, termasuk masker, sarung tangan, penutup kepala, dan sepatu khusus. Ia meninjau alur pengolahan Makanan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari pencucian bahan makanan, area cuci ompreng food tray dengan pemanas air, hingga gudang kering dan basah yang memenuhi standar BGN.
Di area dapur, Prabowo mengamati menu MBG yang disiapkan hari itu. Ia juga mendapat penjelasan mendalam mengenai penerapan pemeriksaan food safety yang menjadi pembeda utama SPPG Polri.
Pemeriksaan Food Safety Ketat
Petugas kepolisian menjelaskan bahwa setiap makanan MBG akan diuji food safety-nya oleh Dokkes Polri sebelum didistribusikan. Pemeriksaan ini menggunakan alat food safety kit yang diproduksi oleh Farmapol Pusdokkes Polri, mencakup empat parameter: formalin, nitrit, sianida, dan arsen.
“Salah satu pembeda utama SPPG Polri dengan SPPG lainnya adalah adanya penerapan atau pemeriksaan food safety dengan menggunakan alat food safety kit, disamping tes rutin organoleptik pada setiap makanan sebelum didistribusikan,” ujar petugas.
Sesuai SOP, jika ditemukan zat berbahaya, makanan tersebut tidak akan didistribusikan. SPPG Polri Palmerah sendiri telah beroperasi sejak 8 Januari 2026.
Dukungan Program Pemerintah
Program SPPG Polri bertujuan meningkatkan status gizi anak, mencegah kekurangan gizi, dan meningkatkan kualitas hidup generasi muda. Hal ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan beroperasinya SPPG Polri Palmerah, layanan pemenuhan gizi diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.






