Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan bahwa institusinya telah mendirikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 SPPG dibangun di wilayah yang masuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
SPPG di Papua dan Wilayah 3T
Pembangunan SPPG ini merupakan komitmen Polri untuk pemerataan akses pelayanan gizi. “Agar manfaat program MBG dapat dirasakan oleh setiap anak bangsa, di mana pun mereka berada,” ujar Jenderal Sigit dalam acara Peresmian & Groundbreaking 1.179 dan Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Dalam acara yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto itu, Kapolri menjelaskan bahwa Polri sedang melakukan survei bersama Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan lokasi pembangunan SPPG di Provinsi Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.
Target Pembangunan SPPG 2026
Pada tahun 2026, Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG tambahan di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan pelayanan gizi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan tersebut.
Rincian Pembangunan SPPG
Jenderal Sigit merinci bahwa dari 1.179 SPPG yang ada, 411 unit telah beroperasi, 162 unit dalam persiapan operasional, 499 unit dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai Maret 2026, serta 107 unit dalam tahap groundbreaking. “Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberi manfaat bagi 2.947.500 dan menyerap 58.950 tenaga kerja,” ungkapnya.
Kapolri menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan tumbuh kembang anak Indonesia yang optimal. Polri menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan program prioritas nasional ini.






