Berita

Pabrik Pestisida Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane

Advertisement

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus kebakaran pabrik pestisida di Kecamatan Setu yang mengakibatkan Sungai Cisadane tercemar. Api yang melalap pabrik tersebut pada Senin (9/2) lalu menyebabkan air sungai berubah warna menjadi putih dan matinya banyak ikan.

Penyelidikan Unsur Pidana

Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa ini. “Masih kami dalami dalam proses penyelidikan,” ujar Boy kepada wartawan, Jumat (13/2/2026), menanggapi pertanyaan mengenai ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.

Hingga kini, polisi telah memeriksa lima orang saksi. Saksi-saksi tersebut meliputi manajer, karyawan, serta petugas keamanan yang bertugas di pabrik pestisida tersebut. Boy enggan merinci lebih jauh sejauh mana proses pengusutan kasus ini berjalan, hanya menegaskan bahwa “Masih dalam proses.”

Untuk memperkuat dasar penyelidikan, polisi telah menerbitkan Laporan Polisi (LP) model A. Penerbitan LP ini menjadi landasan bagi kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana yang mungkin terjadi, termasuk mencari tahu akar penyebab kebakaran.

Advertisement

Koordinasi dengan Instansi Terkait

Dalam rangka penanganan kasus ini, kepolisian juga menjalin koordinasi dengan instansi pemerintah daerah. Salah satunya adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel. Kolaborasi ini bertujuan untuk melakukan penelitian terhadap sampel bahan kimia pestisida yang ada di perusahaan tersebut, guna memastikan tingkat pencemaran yang terjadi.

Kronologi Kebakaran dan Dampak Lingkungan

Peristiwa kebakaran di pabrik pestisida yang berlokasi di Kecamatan Setu, Kota Tangsel, terjadi pada Senin (9/2). Petugas pemadam kebakaran mengerahkan dua truk pasir untuk menjinakkan api yang diduga berasal dari bahan kimia berbahaya. Api berhasil dipadamkan setelah upaya penanganan selama tujuh jam.

Dampak dari kebakaran ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi pemilik pabrik, tetapi juga menimbulkan masalah lingkungan yang serius. Air Sungai Cisadane dilaporkan tercemar, berubah warna menjadi putih pekat, dan menyebabkan kematian massal pada ikan yang hidup di dalamnya.

Advertisement