Pedangdut Ira Swara dilanda kepanikan setelah rumahnya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terendam banjir hingga setinggi betis orang dewasa. Peristiwa ini menjadi pengalaman pertama bagi pelantun ‘Wakuncar’ tersebut sejak kembali menempati rumah lamanya dua tahun lalu.
Kaget dan Tak Siap Menghadapi Banjir
Ira Swara mengaku terkejut karena tidak memiliki persiapan khusus menghadapi banjir. Daerah tempat tinggalnya sebelumnya dianggap aman, sehingga ia dan keluarga sempat panik melihat air mulai naik. “Kita sih gak pernah ngerasain banjir sebelumnya. Ini pertama kali,” kata Ira Swara saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).
Curah hujan yang tinggi sejak dini hari menjadi pemicu utama banjir tersebut. Meskipun hujan telah mengguyur sejak malam, air baru mulai masuk dan merendam lantai rumah pada pagi hari. “Hujannya dari dini hari sampai siang, tapi banjirnya mulai jam 8 pagi,” terangnya.
Kondisi Rumah dan Evakuasi Barang
Kondisi di dalam rumah Ira Swara cukup memprihatinkan. Air setinggi setengah betis menggenangi beberapa ruangan utama, termasuk kamar tidur dan ruang tamu. Barang-barang yang berada di lantai bawah terpaksa dievakuasi dengan terburu-buru.
Putri Ira Swara, Yunia Syahrie, menceritakan pengalamannya. “Kamar aku itu kebetulan paling depan satu lantai sama ruang tamu. Nah itu kena setengah betis juga. Jadi barang-barang aku sempat gitar ujungnya kerendam dikit, tapi aku sempat selamatin sih gak lama,” jelas Yunia.
Kerja Bakti Pasca Banjir
Banjir tersebut tidak hanya merendam perabotan, tetapi juga menimbulkan kerepotan bagi keluarga Ira Swara. Setelah air perlahan surut, mereka harus melakukan kerja bakti besar-besaran untuk membersihkan sisa-sisa lumpur dan genangan air.
“Cowok-cowok yang beres-beres. Aku pas malamnya sampai habis Maghrib masih finishing-finishing ngepel gitu,” pungkas Ira Swara.






