— Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menyatakan pemerintah mendukung penuh penyidikan tiga dugaan korupsi yang saat ini ditangani Kepolisian Republik Indonesia. Dia menekankan proses itu harus berjalan profesional dan tanpa pandang bulu.

Djamari juga menyorot pentingnya sinergi antarpenegak hukum. Menurutnya koordinasi antara Polri, Kejaksaan Agung, dan institusi lain harus terus diperkuat agar penegakan hukum berlangsung efektif dan berkeadilan.

“Yang terus kita jaga adalah sinergi dan koordinasi antarinstansi. Komunikasi harus terus dibangun guna mencegah potensi kesalahpahaman,” kata Djamari dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).”Setiap institusi memiliki tugas dan kewenangan yang diatur oleh undang-undang. Karena itu, sinergi dan koordinasi harus terus diperkuat agar tujuan bersama tersebut dapat tercapai secara lebih efektif,” tambahnya.

Imbauan Kepada Publik

Menko Polkam meminta masyarakat mempercayakan proses penyidikan kepada penyidik kepolisian dan tidak terpengaruh narasi yang tidak berdasar. Dia meyakini aparat penegak hukum bekerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan dapat mempertanggungjawabkan hasil penyidikan.

Lebih lanjut, Djamari menegaskan proses hukum perlu diberikan ruang untuk berjalan independen tanpa tekanan atau intervensi dari pihak manapun. Pemerintah, kata dia, menghormati mekanisme hukum yang berlaku.

Dia juga menyatakan pengusutan tiga kasus tersebut selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo dalam upaya pemberantasan korupsi. “Tidak ada ruang bagi siapa pun yang terbukti melanggar hukum. Tanpa memandang asal institusi maupun kedudukannya, setiap pelanggaran akan diproses dan ditindak secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Penggeledahan Terkait Tiga Kasus

Jajaran Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi pada Rabu (8/7) dalam kaitan penyidikan tiga dugaan korupsi yang berkaitan dengan PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Lokasi yang digeledah antara lain sebuah money changer, sebuah kafe di Cipete, Jakarta Selatan, serta satu rumah di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Polisi menyita berbagai barang bukti, termasuk emas batangan dan valuta asing senilai miliaran rupiah. Di salah satu lokasi penggeledahan, penyidik membawa sejumlah barang bukti seperti koper besar, tas jinjing warna kuning, dan monitor komputer.

Kepala Korps Tindak Pidana Korupsi Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyampaikan penyidikan kasus tersebut ditangani bersama secara joint investigation dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Menurut Totok, kasus itu meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara yang diduga memicu pemadaman listrik di Sumatera, perkara di ASABRI, serta perkara terkait penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak usaha BUMN Krakatau Steel.

Atensi Presiden

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyidikan tiga dugaan korupsi tersebut mendapat atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Budi menyebut rangkaian penggeledahan merupakan bagian dari upaya pengumpulan barang bukti untuk keperluan proses penyidikan.

Dia menambahkan bahwa penyidikan mencakup dugaan tindak pidana suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Penggeledahan dilakukan serentak di beberapa lokasi untuk mendukung proses pengungkapan kasus.