Berita7 — KPK memanggil lima aparatur sipil negara (ASN) pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hari ini sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan pemanggilan itu terkait proses audit laporan keuangan daerah oleh BPK di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
“KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap para saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait audit laporan keuangan oleh BPK di Kabupaten Muara Enim Sumsel,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).
Budi belum merinci pokok pemeriksaan terhadap para saksi. Identitas lima ASN BPK yang dipanggil hari ini tercantum sebagai berikut:
- Ayub Amali selaku ASN BPK RI atau Tim Review Pusat Pemeriksaan LKPD Kabupaten Muara Enim 2025
- Roni Altur selaku ASN BPK RI atau Tim Review Pusat Pemeriksaan LKPD Kabupaten Muara Enim 2025
- Gunawan ASN BPK RI selaku ASN BPK RI atau Tim Review Pusat Pemeriksaan LKPD Kabupaten Muara Enim 2025
- Flora Anita Diassari selaku ASN BPK RI atau Tim Review Pusat Pemeriksaan LKPD Kabupaten Muara Enim 2025
- Argo Waskito selaku ASN BPK RI atau Tim Review Pusat Pemeriksaan LKPD Kabupaten Muara Enim 2025
Awal Penetapan Tersangka dan OTT
Edison ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (8/6) dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (9/6).
Selain Edison, KPK juga menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka setelah OTT tersebut. Identitas para tersangka pertama yang diumumkan adalah:
- Bupati Muara Enim, Edison
- Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani
- Keponakan Bupati, Adi Triyadi
- Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi
KPK menduga Edison menerima suap Rp 500 juta dari Cory. Suap diduga diterima lewat Abi Nurwardani.
Menurut penyidikan, suap itu diduga berupa uang untuk menjaga “hubungan baik” karena PT MSA selaku supplier smart board telah mendapat proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim tahun 2025. Selain itu, Abi disebut menerima setoran duit dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. Penyidik menyita uang sekitar Rp 1,9 miliar dalam perkara ini.
OTT Terhadap ASN BPK dan Tersangka dari Pihak BPK
Pada Rabu (10/6), KPK melakukan OTT terhadap lima orang ASN BPK. KPK menyebut OTT itu masih terkait dugaan suap di Pemkab Muara Enim dan menduga Bupati Muara Enim memberi suap ke pihak BPK terkait temuan dalam pengadaan smart board.
Setelah operasi itu, KPK menetapkan lima orang tersangka yang diduga terkait aliran suap dari pihak Edison ke pihak BPK. KPK mengungkap pihak BPK meminta Rp 1,6 miliar untuk mengubah hasil audit.
Berikut identitas lima tersangka dalam kasus kedua yang diumumkan KPK:
- Angga selaku pihak swasta
- Titin Rita Lestari selaku ASN atau Pengendali Teknis
- Edison selaku Bupati Muara Enim
- Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi
- Fika selaku pihak Direktur PT Millenium Solusi Abadi
Penggeledahan Rumah Anggota BPK
Penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di rumah anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bobby Adhityo Rizaldi, yang berlokasi di wilayah Jakarta. Dari penggeledahan itu, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti elektronik.
“Benar, hari ini penyidik melakukan penggeledahan di rumah Saudara BB, yang berlokasi di wilayah Jakarta. Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan beberapa barang bukti elektronik,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).
Ikuti Berita7
