Selebriti

Korban CPNS Bodong Tuntut Olivia Nathania dan Nia Daniaty Kembalikan Rp 8,1 Miliar

Advertisement

Jakarta – Kasus penipuan berkedok rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang melibatkan Olivia Nathania, suaminya Rafly Tilaar, serta ibundanya, aktris senior Nia Daniaty, kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada Kamis (19/2/2026), sejumlah korban mendatangi pengadilan untuk menghadiri agenda teguran eksekusi terkait pembayaran ganti rugi sebesar Rp 8,1 miliar.

Korban Menderita Selama 4,5 Tahun

Juru bicara korban, Agustine, menyampaikan kesaksiannya di hadapan hakim mengenai penderitaan yang dialami para korban selama hampir 4,5 tahun terakhir. Banyak dari mereka terpaksa berutang untuk menutupi kerugian dan hingga kini masih dalam proses mencicil.

“Ditambah lagi dengan kehidupan yang sulit seperti sekarang ini. Kami mohon pihak pengadilan benar-benar menyelesaikan kasus ini biar sampai tuntas,” ujar Agustine di PN Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026).

Tragisnya, sembilan orang dilaporkan meninggal dunia akibat masalah ini, baik korban maupun anggota keluarga mereka. Agustine menceritakan salah satu yang meninggal adalah wali kelas Olivia, yang kedua anaknya menjadi korban penipuan tersebut.

“Karena stres berat karena uangnya minjam. Minjam. Bukan uang sendiri. Kalau uang sendiri masih gak terlalu beban ya, kalau minjam kan kita harus melunasi ke orang lain,” jelasnya. Ia menambahkan, Olivia hanya meminta maaf atas kejadian tersebut meski sang guru telah meninggal dunia. “Dia cuma nangis di depan, dibilang minta maaf itu aja,” katanya.

Tuntutan Pengembalian Dana Rp 8,1 Miliar

Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berjanji akan menyelesaikan perkara ini secara profesional sesuai prosedur. Total kerugian yang dialami para korban mencapai Rp 8,1 miliar.

Agustine kembali memohon agar pihak keluarga Nia Daniaty bersedia duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan ini. “Tapi namanya utang akan dibawa mati. Itu saja saya mohon sekali lagi kerelaan, keikhlasan dari keluarga Olivia, Bu Nia Daniaty, dan Rafly untuk segera, ayo kita duduk bareng, kita mediasi bareng, selesaikan uang para korban dan urusan kita selesai,” tuturnya.

Advertisement

Kuasa hukum para korban, Odie Hudiyanto, menegaskan bahwa hukuman pidana 3 tahun yang telah dijalani Olivia Nathania tidak menghapus kewajiban perdata untuk mengembalikan uang korban. Ia menilai para termohon eksekusi sebenarnya mampu membayar, namun tidak memiliki itikad baik.

“Kenapa gak ada niat? Karena, kami sudah menunggu selama 4 tahun dan kemudian kami sampaikan juga bahwa kalian bisa bayar dengan cara mencicil. Tapi kan gak dilakukan juga,” ujar Odie.

Odie juga menyinggung tawaran ganti rugi sebesar Rp 500 juta dari pihak Nia Daniaty, yang dinilai tidak mencukupi mengingat total kerugian mencapai Rp 8,1 miliar.

Latar Belakang Kasus

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah mengabulkan gugatan perdata korban pada Desember 2023. Putusan tersebut mewajibkan Olivia Nathania dan pihak terkait, termasuk Nia Daniaty dalam kapasitas tertentu, untuk membayar ganti rugi secara tanggung renteng sebesar Rp 8,1 miliar kepada 179 korban.

Dalam perkara pidana, Olivia Nathania telah divonis 3 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah melakukan penipuan berkedok seleksi CPNS pada 28 Maret 2022.

Advertisement