Berita7 — Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya menyatakan Pertamina Patra Niaga melaporkan stok bahan bakar minyak (BBM) berbagai produk tercatat cukup di depo masing-masing. Pernyataan itu disampaikan usai rapat antara Komisi XII, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Rapat menghadirkan 32 anggota Komisi dari delapan fraksi, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dan Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman. Bambang mengatakan informasi kecukupan stok disampaikan langsung oleh pihak Pertamina Patra Niaga.
“Dapat kami sampaikan bahwa kami mendapat laporan dari Pertamina Patra Niaga bahwa stok BBM dari berbagai macam produk itu jumlahnya cukup, sangat mencukupi di depot masing-masing,” kata Bambang.
Bambang menyebut anggota rapat menyinggung fenomena antrean pengisian bensin yang terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, Pertamina menjelaskan antrean tersebut sebagian dipicu oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat ke BBM bersubsidi.
“Dijelaskan bahwa terkait dengan antrean tersebut mungkin disebabkan antara lain karena pertama, adanya shifting dari pada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi non-subsidi beralih kepada BBM subsidi,” tuturnya.
Dalam pertemuan itu terungkap pula adanya indikasi penyalahgunaan BBM subsidi untuk dijual kembali. Bambang menyampaikan BPH Migas akan melakukan pengendalian terhadap dugaan praktik tersebut.
“Kemudian juga kami juga mendapat semacam laporan bahwa ada dugaan terjadi penyalahgunaan daripada BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk kembali dijual kepada industri atau mungkin bidang-bidang lainnya,” katanya.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menuturkan antrean yang terlihat mayoritas terjadi pada jalur logistik. Ia menegaskan pihaknya bersama Pertamina mengambil langkah agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat.
“Ini penting untuk menjadi dicermati bahwasanya prinsipnya BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga berjuang keras, best effort untuk menyalurkan dan menyediakan BBM seluruh SPBU yang tersebar tersebut,” ucap dia.
Wahyudi meyakinkan proses normalisasi antrean dapat selesai dalam waktu singkat. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian panik.
“Untuk normalisasi dan paling lama satu sampai dua hari ke depan, Insyaallah semua akan terurai dan cukup lancar kembali. Ini hanya masalah panic buying, ini hanya masalah kondisi yang kurang perhatian dari seluruh masyarakat yang sama-sama mengantre di SPBU-SPBU sekitarnya,” sebutnya.
Ikuti Berita7
