Taman Margasatwa Ragunan memiliki para pahlawan tanpa tanda jasa yang jarang disadari pengunjung, yaitu para zookeeper. Mereka adalah garda terdepan dalam merawat ratusan satwa di kawasan konservasi tersebut. Salah satunya adalah Fahmi (30), seorang zookeeper yang telah mendedikasikan tiga tahun hidupnya untuk merawat harimau di Ragunan.
Setiap hari, Fahmi bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan satwa yang ia asuh. Mulai dari memberi makan, membersihkan kandang, hingga memantau kesehatan dan perilaku mereka. Namun, ada satu aspek unik dalam pekerjaannya: membangun kedekatan emosional dengan hewan buas.
Pendekatan Unik Fahmi dengan Harimau
Fahmi mengungkapkan bahwa komunikasi dengan satwa, terutama harimau, membutuhkan pendekatan khusus. Ia kerap kali melakukan pendekatan dengan cara mengobrol dan bahkan bercanda dengan mereka. “Paling dia kalau kita lebih untuk pendekatan sih, jadi bonding. Kalau bisa untuk makan kita suapin gitu, terus kita ajak ngobrol dia, terus kita bercandain lah gitu,” cerita Fahmi kepada wartawan di area Kandang Harimau TM Ragunan, Kamis (1/1/2026).
Ia melanjutkan, interaksi personal seperti memanggil nama harimau sambil menyuapi makanan dan menanyakan kabar menjadi rutinitasnya. “Kita panggil namanya, terus kita suapin sambil kita ajak ngobrol ‘Gimana kabarnya hari ini’ gitu. ‘Enak tidurnya, nyenyak kah’,” tambahnya.
Waspada Tetap Jadi Kunci
Meskipun telah menjalin kedekatan, Fahmi, yang merupakan alumni Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, menekankan pentingnya kewaspadaan. Ia mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam merawat harimau, namun ia selalu mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap berhati-hati. “Kalau untuk tantangannya sih sendiri itu kita harus lebih hati-hati ya. Karena yang namanya kita ngerawat hewan buas, jadi balik lagi ke diri kita sendiri untuk tetap waspada,” tegas Fahmi.
Pemberian Pakan dan Perawatan Medis
Tugas rutin Fahmi lainnya adalah memastikan harimau mendapatkan asupan makanan yang cukup dan bergizi. Ia menjamin ketersediaan pakan di Taman Margasatwa Ragunan. “Kalau untuk pemberian pakan, kita kasih satu ekor itu lima sampai enam kilogram untuk Harimau Sumatera sebanyak dua kali yakni siang dan sore hari,” jelasnya.
Pakan harimau sendiri merupakan campuran daging ayam dan sapi yang telah diformulasikan untuk keseimbangan gizi. Selain itu, tim medis Taman Margasatwa Ragunan secara rutin memantau kesehatan seluruh satwa. “Kalau untuk perawatannya sendiri kita punya tim medis ya. Jadi setiap hari mereka monitoring, ngontrol. Kemudian untuk pemberian vitamin itu seminggu sekali, terus kemudian pengecekan kesehatan sebulan sekali, medical check up kita setahun sekali,” pungkas Fahmi.






