Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memberikan penekanan kepada seluruh jajarannya untuk tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi menjadi polisi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan ini disampaikan dalam apel yang digelar pada Kamis (5/2/2026).
Manfaat Nyata dan Larangan Menyakiti Masyarakat
Irjen Asep menekankan pentingnya kehadiran polisi yang memberikan rasa aman dan solusi. “Jadilah polisi yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi hadir memberikan manfaat nyata bagi warga. Karena sebaik-baiknya pengabdian adalah saat kehadiran kita mampu memberikan rasa aman dan solusi bagi masyarakat,” ujar Irjen Asep dalam amanatnya di Polda Metro Jaya.
Ia juga memberikan peringatan keras agar tidak menyakiti hati masyarakat. “Ingat, jangan sekali-kali menyakiti hati masyarakat. Sebanyak apa pun prestasi yang kita lakukan, akan gugur dengan kesalahan yang membuat masyarakat kecewa terhadap kita,” tegasnya.
Optimalisasi Program Jaga Jakarta dan Kontribusi Anggota Polri
Kapolda Metro Jaya mengingatkan bahwa kemuliaan menjadi anggota Polri terletak pada kontribusi dalam melayani masyarakat. Ia meminta jajaran untuk tulus dan ikhlas dalam bertugas, terutama dalam merespons keluhan dan laporan warga.
Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah optimalisasi program Jaga Jakarta. Program ini dirancang sebagai wadah bagi personel Polri untuk berinteraksi langsung dan memecahkan masalah di tengah warga, mengedepankan kolaborasi.
Arahan Presiden dan Kapolri
Pesan Irjen Asep sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pelayanan yang humanis dan responsif di tengah tantangan zaman.
Pengawasan Melekat dan Persiapan Agenda Penting
Irjen Asep memerintahkan para Kapolres dan Kasat untuk melakukan pengawasan melekat (waskat) guna memastikan setiap tindakan anggota sesuai SOP dan mengedepankan sisi humanis. Ia juga mengingatkan jajarannya untuk bersiap menghadapi sejumlah agenda penting.
Salah satunya adalah Apel Siaga Kamtibmas yang akan melibatkan sekitar 30.000 orang. “Pastikan perencanaan rinci, jalur komando jelas, koordinasi lintas fungsi berjalan, serta pengendalian lapangan yang kuat. Laksanakan pengecekan lokasi dan skenario kontinjensi sejak awal agar aman dan tertib,” instruksinya.
Agenda lain adalah launching dan peresmian SPPG Palmerah Polri yang rencananya dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Persiapan terpadu, rapi, dan disiplin dalam satu komando ditekankan untuk seluruh unsur pengamanan.
Antisipasi Ramadan, Idul Fitri, dan Kasus Publik
Jajaran Polda Metro Jaya juga diminta bersiap menghadapi bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, termasuk antisipasi peningkatan aktivitas masyarakat. Perhatian serius diberikan pada kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.
“Setiap kejadian menonjol harus direspons cepat, terukur, dan akuntabel. Perkuat deteksi dini dan patroli pada titik rawan tawuran, konflik sosial, serta kejahatan jalanan. Dan yang terpenting, layani masyarakat dengan tulus dan ikhlas. Jadilah insan Bhayangkara yang bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Irjen Asep.






