Striker Juventus, Jonathan David, menunjukkan performa impresif dengan menjadi man of the match saat timnya meraih kemenangan telak 3-0 atas Sassuolo pada Rabu (7/1/2026) dini hari WIB. Penampilan gemilang ini sekaligus menjadi penebusan atas kegagalan penalti yang ia lakukan di laga sebelumnya.
Menebus Kegagalan Penalti
Akhir pekan lalu, David menjadi sorotan publik setelah gagal mengeksekusi penalti saat Juventus ditahan imbang Lecce di kandang sendiri. Dalam kedudukan 1-1, tendangan penalti David ke arah tengah berhasil diblok oleh kiper Lecce, Wladimiro Falcone. Kegagalan ini semakin menambah daftar paceklik gol bomber asal Kanada tersebut, di mana gol terakhirnya di Serie A tercipta pada Agustus lalu.
Performa Gemilang Kontra Sassuolo
Namun, David berhasil bangkit di pertandingan melawan Sassuolo. Selama 75 menit bermain, ia melepaskan tiga tembakan dan membuat enam umpan kunci. Kontribusinya terlihat jelas saat ia memberikan assist untuk gol Fabio Miretti di menit ke-62. Semenit berselang, David sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan blunder pemain Sassuolo, Jay Idzes.
Penampilan apiknya tidak luput dari perhatian. Pelatih Luciano Spalletti bahkan menghampirinya untuk memberikan apresiasi. David juga menunjukkan kontribusi defensif dengan dua tekel sukses dan dua intersep sebelum digantikan oleh Lois Openda.
Pengakuan dan Harapan
Berkat performanya, Serie A menobatkan David sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut. “Saya pikir itu gol yang bagus, datang di momen yang tepat untuk saya dan tim. Pada akhirnya, yang paling penting adalah kami kembali ke jalur kemenangan,” ujar David kepada DAZN Italia usai pertandingan. Ia menambahkan, “Ya, saya melihatnya (Spalletti). Itu sebuah aksi yang baik, semua orang di sini terus mendukung saya dan tim, jadi ini pertanda baik bahwa semua orang dapat merayakan bersama. Saya sangat menghargai ini.”
David mengungkapkan rasa sakitnya atas kegagalan penalti tersebut. “Hal yang paling menyakitkan bagi saya usai penalti gagal adalah rasanya seperti kekalahan, meskipun kami bermain imbang. Itulah yang paling menyakitkan bagi saya, karena kemenangan adalah hal terpenting. Setelah itu, saya tahu banyak laga menanti, jadi saya mencoba untuk fokus ke laga selanjutnya.”
Mengenai eksekusi penaltinya, David menjelaskan, “Saat saya mengambil penalti, saya mencoba untuk mengubah arah dan membuat kiper lawan bingung. Saya tidak menendangnya seperti yang saya inginkan, dan itulah mengapa bola tidak masuk.”
Ketajaman David diharapkan dapat terus berlanjut saat Juventus menjamu Cremonese pada Selasa (13/1) pekan depan.






