Selebgram Inara Rusli dilaporkan mengalami tekanan psikologis yang berat. Kondisi ini dipicu oleh sengketa hak asuh anak dengan mantan suaminya, Virgoun, serta isu pribadi dengan Insanul Fahmi yang berujung pada cancel culture dari warganet.
Kesehatan Mental Menurun Drastis
Tim kuasa hukum Inara Rusli, Daru Quthny, mengungkapkan bahwa kliennya mengalami penurunan kesehatan mental yang signifikan. Hal ini diperparah dengan kesulitan yang dihadapi Inara untuk bertemu anak-anaknya yang seharusnya berada di bawah pengasuhannya.
“Kalau bicara mental, udah pasti ya kena mentallah Inara. Apalagi ditambah yang terakhir ini, dia tidak kunjung tiba anaknya yang memang di bawah penguasaan dia harusnya. Masuk kasus anak itu memang tekanannya cukup lumayan. Cukup lumayanlah itu, sudah pasti kena mental,” ujar Daru Quthny dalam konferensi pers di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Dampak Pernyataan di Media Sosial
Kuasa hukum Inara lainnya, Herlina, menyoroti dampak negatif dari pernyataan-pernyataan yang beredar di media sosial, khususnya yang berasal dari keluarga mantan suaminya. Pernyataan tersebut dinilai memengaruhi kondisi psikis Inara.
“Berdasarkan berita hoaks dan hate speech terhadap Inara yang disampaikan oleh Ibu Eva Manurung di media, hingga saat ini jejak digital masih tersebar. Hal ini mengakibatkan penurunan kondisi psikis dan kesehatan secara signifikan,” jelas Herlina.
Pembatasan Akses Bertemu Anak
Situasi Inara semakin sulit karena merasa dipersulit untuk bertemu ketiga anaknya, baik di sekolah maupun melalui panggilan video. Tim kuasa hukum menilai hak Inara sebagai ibu pemegang hak asuh telah dirampas secara sepihak, yang menyebabkan stres berkepanjangan.
“Inara ini kena mental apalagi terkait akses bertemu anak. Tidak semudah, tidak kapan waktu dia bisa datang, itu tidak seperti itu. Harus ada janjian, kapan dia mau berkunjung. Padahal seorang ibu kan harusnya anytime, anywhere, selama tidak mengganggu sekolah,” tutur Daru Quthny.
Kesiapan Menghadapi Risiko Terburuk dengan Insanul Fahmi
Di tengah persoalan hak asuh anak, Inara Rusli juga dihadapkan pada masalah yang belum selesai dengan suami sirinya, Insanul Fahmi. Inara dikabarkan telah siap menghadapi risiko terburuk, termasuk kemungkinan perpisahan.
“Inara sudah siap dengan kondisi hal terburuk apa pun, bilamana memang Insanul melepas Inara. Inara pun juga sudah siap. Keinginan Inara sebetulnya mau mempertahankan, tetapi dengan suatu kondisi-kondisi yang memang tidak memungkinkan, dia juga siap untuk berpisah,” ungkap Daru Quthny.
Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunda pemeriksaan terhadap Virgoun terkait laporan Inara Rusli mengenai hak asuh anak.






