Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melanjutkan operasi modifikasi cuaca (OCM) pada hari ini, Kamis (22/1/2026). Langkah ini merupakan salah satu upaya strategis untuk mencegah potensi hujan ekstrem yang dapat berujung pada banjir di wilayah ibu kota.
Operasi Modifikasi Cuaca Hari Terakhir
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, mengonfirmasi kelanjutan operasi tersebut. “Hari ini masih ikhtiar OMC, hari ini terakhir,” ujar Yohan kepada wartawan, Kamis (22/1/2026). Ia menambahkan bahwa BPBD DKI Jakarta menjadwalkan tiga kali penerbangan untuk operasi modifikasi cuaca pada hari ini. “Jakarta 3 (penerbangan), BNPB belum ada konfirmasi,” jelasnya.
Perkiraan Cuaca BMKG
Menurut perkiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak cuaca ekstrem di Jakarta telah terjadi kemarin. Yohan memperkirakan curah hujan di Jakarta akan mulai menurun sejak hari ini. “Puncak cuaca ekstrem menurut BMKG kemarin. Hari ini mulai turun dan beberapa hari ke depan potensi cuaca ekstrem bergeser ke arah timur Pulau Jawa,” terangnya.
Upaya Gabungan Pencegahan Banjir
Operasi modifikasi cuaca kemarin juga melibatkan kolaborasi antara BNPB dan BPBD Jakarta. Yohan merinci bahwa total delapan penerbangan telah dilakukan untuk membantu mencegah banjir di Jakarta. “Kemarin BNPB juga adakan modifikasi cuaca dari pagi hingga malam hari sebanyak 5 penerbangan. Sehingga total 8 penerbangan bantu hindari banjir Jakarta, 3 BPBD Jakarta + BNPB 5 penerbangan,” ungkapnya.






