Berita

Banjir Jakarta 19 Januari 2026: 48 RT Terendam, Ribuan Warga Mengungsi

Advertisement

Jakarta – Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per pukul 14.00 WIB, Minggu (19/1/2026), mencatat sedikitnya 48 Rukun Tetangga (RT) dan 29 ruas jalan terendam air. Ketinggian banjir bervariasi antara 10 cm hingga 1 meter, meskipun beberapa lokasi dilaporkan mulai surut.

Rincian Wilayah Terdampak

Banjir paling parah terjadi di Jakarta Barat, merendam 21 RT. Kelurahan Kedaung Kali Angke terdampak 8 RT, Rawa Buaya 3 RT, Jelambar 1 RT, Kamal 4 RT, dan Tegal Alur 5 RT. Di Jakarta Pusat, 13 RT di Kelurahan Serdang terendam banjir. Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 12 RT terdampak, meliputi Kelurahan Cakung Barat (1 RT), Rawa Terate (2 RT), Kampung Melayu (4 RT), dan Cawang (5 RT). Jakarta Utara melaporkan 2 RT terendam di Kelurahan Pademangan Barat.

Pengungsian Warga

Akibat banjir, sebanyak 29 jiwa di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, terpaksa mengungsi ke RPTRA Alur Anggrek. Di Kelurahan Rawa Terate, Jakarta Timur, 24 jiwa diungsikan ke Lapangan United Traktor dan Masjid Al Istiqomah. Suku Dinas Sosial Jakarta Barat mencatat total 388 warga mengungsi di Kelurahan Kamal (120 jiwa), Cengkareng Timur (200 jiwa), dan Kedaung Kali Angke (68 jiwa). Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyebutkan 1.500 jiwa dari 3 RW di Kedoya Utara juga terdampak dan telah menerima bantuan makanan serta minuman.

Di Jakarta Utara, banjir melanda Kecamatan Kelapa Gading. Sebanyak 201 warga RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua mengungsi ke masjid, musala, dan gardu warga. Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi, melaporkan 19 lansia dan 37 balita serta anak-anak menjadi prioritas penanganan di antara para pengungsi.

Jalan Utama dan Tol Tergenang

Sejumlah ruas jalan utama juga tergenang, menyulitkan lalu lintas. Di antaranya adalah Jl. HBR Motik, Jl. Letjend Suprapto, Jl. Ruko Cempaka Mas (Jakarta Pusat); Jl. Karang Bolong Raya, Jl. Cakung Cilincing Raya, Jl. Kp. Sepatan, Jl. Boulevard Barat (Lotte Mart dan My Bank), Jl. Boulevard Utara, Jl. Jembatan Tiga Raya, Jl. Pluit Selatan Raya, Jl. Pluit Raya, Jl. Tanah Merah, Jl. Kalibaru Barat II, Jl. Raya Cilincing, Jl. Babek TNI, Jl. Muara Baru, Pintu Masuk Pelabuhan Nizam Zachman, Jl. Kramat Jaya (Islamic Center), Jl. Mangga, Jl. Gunung Sahari (Lantamal) (Jakarta Utara); Jl. Pangeran Tubagus Angke Raya, Jl. Benda Raya, Jl. Utama Raya, Jl. Outer Ringroud, Jl. Pulo Harapan Indah, Jl. Hayam Wuruk (Masjid Jami), Taman Sari Raya, dan area Rumah Sakit Soeharto Heerdjan (Jakarta Barat).

Advertisement

Tol Sedyatmo arah Bandara Soekarno-Hatta juga tergenang banjir setinggi 20-30 cm. Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dhanar Dono, menyatakan jalur arah Jakarta dialihkan ke GT Kapuk, sementara jalur arah Bandara masih dapat dilintasi kendaraan besar. Pompa air dikerahkan untuk menyedot genangan.

Gangguan Transportasi

Banjir juga mengganggu operasional transportasi publik. Perjalanan KRL menuju Tanjung Priok sempat dihentikan sementara karena rel terendam. KAI Commuter menginformasikan bahwa lintas Tanjung Priok belum dapat dilalui hingga pukul 12.00 WIB. Rekayasa perjalanan KRL lintas Bekasi/Cikarang dilakukan, hanya sampai Stasiun Angke dan Stasiun Kemayoran.

Rute TransJakarta juga mengalami penyesuaian operasional. Sejumlah koridor BRT (2, 2A, 7F, 12, 14) dan Mikrotrans berhenti beroperasi. Beberapa rute BRT lainnya mengalami perpendekan, seperti Koridor 10, 5, dan 9. Pengalihan rute juga diberlakukan untuk beberapa Mikrotrans dan Non-BRT/Rusun.

Sebagai respons terhadap genangan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, polisi memberikan akses bagi pengendara motor untuk melintas di Tol Ir Wiyoto Wiyono arah Tanjung Priok.

Advertisement