Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berhasil menembus babak utama Indonesia Masters 2026. Kemenangan ini diraihnya setelah melewati laga kualifikasi melawan wakil Thailand, Kantaphon Wangcharoen, di Istora CBK, Jakarta, pada Selasa (20/1/2026).
Kemenangan Dua Gim Langsung
Juara Asia 2023 ini menunjukkan performa impresif dengan mengalahkan Wangcharoen dalam dua gim langsung. Skor 21-12 dan 21-7 tercipta dalam pertandingan yang berlangsung selama 37 menit.
Rasa Syukur dan Persiapan Matang
Ginting mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas kelolosan ini. Ia mengaku sempat tidak masuk dalam daftar utama peserta, namun mendapat kabar last minute untuk bermain.
“Pastinya pertandingan hari ini ya puji Tuhan bersyukur. Bisa main hari ini pun juga berkat dari Tuhan, karena memang dari list awal mula pertandingan Indonesia Masters, tadi kan belum masuk juga, masih menunggu 9 nomor kalau enggak salah,” kata Ginting.
“Dan kemarin last minute sudah dikasih tahu buat main. Jadi memang dari awal, ya apa ya, ya main nggak main tetap persiapin ke Indonesia Masters. Karena kan kita nggak ada yang tahu, masuk atau enggaknya.”
“Jadi memang, ya hari ini cukup, apa ya, memulai tahun 2026, main di Istora dengan hati yang bersyukur sih. Jadi memang itu sih yang dirasakan,” lanjutnya.
Refleksi Perjalanan dan Mental Juara
Pebulutangkis berusia 29 tahun ini mengakui bahwa tahun 2025 menjadi musim yang penuh tantangan baginya. Peringkatnya yang berada di posisi 76 dunia membuatnya harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi.
“Jadi memang melihat tahun 2025 memang juga enggak gampang buat saya. Banyak ujian dan enggak semulus itu juga. Jadi memang waktu beralih ke tahun 2026, memang saya coba refleksi tahun 2025 seperti apa,” ujar Ginting.
“Dan ya, memang jalan yang harus ditempuh bisa dibilang mulai dari awal lagi, khususnya di Indonesia Masters ini, dari kualifikasi lagi. Jadi memang, ya dari secara pikiran dan hati saya juga sudah siap juga. Ya sebenarnya nggak jauh berbeda sih, maksudnya sama saja lah,” tuturnya.
“Cuma memang lebih awal saja kan mulai mainnya. Tapi yang, ya itu sih sudah harus yang harga yang saya bayar. Ya pasti seneng lah, senang juga dan terharu juga,” kata Ginting.
Ia menambahkan, dukungan dari tim, termasuk pelatih Indra, sangat berarti selama masa sulit tersebut.
“Maksudnya, tahun 2025 nggak gampang juga buat saya pribadi. Jadi memang bisa main hari ini, senang banget sih. Maksudnya, ya apa, dari tim juga Koh Indra juga dukung terus juga selama 2025, sampai ke Indonesia Masters ini juga, ya so far,” dia mempertegas.
Target Realistis dan Dukungan Keluarga
Mengenai target di turnamen ini, Ginting memilih untuk tidak memasang ekspektasi muluk-muluk, namun berjanji akan memberikan penampilan maksimal.
“Target sih, ya enggak terlalu itulah. Cuma memang, apa namanya, saya coba maksimal dulu saja. Dari hari per hari, dari persiapannya, semua segala macam,” ujarnya.
Ia juga sempat merasakan ketegangan sebelum bertanding di Istora, namun berhasil mengatasinya.
“Karena memang jujur saja, baru main lagi kali ini di Istora, tadi sebelum main bilang ke istri, ke Mitzi juga bilang, kok tegang ya, maksudnya agak beda kayak biasanya gitu. Cuma, ya puji Tuhan tadi masuk lapangan, di lapangan bisa ngatasi dengan baik sih,” ucap Ginting.






