— Indeks-indeks utama Wall Street turun pada perdagangan Selasa (7/7/2026) waktu setempat, terdampak aksi jual di saham kecerdasan buatan (AI) dan produsen chip. Tekanan pasar turut diperparah oleh lonjakan harga minyak menyusul peningkatan ketegangan di Timur Tengah.

Dow Jones Industrial Average melemah 130,76 poin (0,25%) ke 52.925,15, meski sebelumnya sempat mencetak rekor intraday. Nasdaq Composite terpangkas 1,16% ke 25.818,69, dan S&P 500 turun 0,45% menjadi 7.503,85.

Aksi jual paling tajam terjadi pada saham sektor semikonduktor. Micron Technology merosot 4,7%, disusul KLA Corp, Marvell Technology, Broadcom, dan Advanced Micro Devices (AMD) yang ditutup di zona merah. ETF sektor semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) turun lebih dari 3%.

“Harapan pasar sudah sangat tinggi, sementara fundamental belum mampu memenuhi ekspektasi tersebut. Itulah yang memicu pelemahan hari ini,”

kata Mike Bailey, Direktur Riset FBB Capital Partners.

Bailey menambahkan bahwa rotasi dari saham AI ke sektor lain kemungkinan masih akan berlanjut. Di tengah pelemahan teknologi, investor mengalihkan dana ke sektor defensif seperti kesehatan, keuangan, dan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.

Saham Eli Lilly naik hampir 3%. JPMorgan Chase dan Microsoft juga menguat. Walmart mencatat kenaikan setelah mengumumkan pemangkasan harga sejumlah produk, termasuk daging sapi giling dan minuman Coca-Cola.

Harga Minyak Melonjak

Sentimen negatif juga datang dari pasar energi. Harga minyak melonjak setelah Iran menyerang kapal tanker LNG Qatar di dekat Selat Hormuz. Brent naik 3% menjadi US$74,16 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat hampir 3% ke US$70,44 per barel.

Kenaikan berlanjut setelah pemerintah Amerika Serikat mencabut izin yang sebelumnya memperbolehkan penjualan minyak Iran.

Tekanan terhadap saham AI diperkuat oleh sentimen dari Asia. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok hampir 5% setelah saham Samsung Electronics turun sekitar 7%, meskipun perusahaan melaporkan lonjakan laba kuartal II. Di Eropa, indeks Stoxx 600 ditutup turun sekitar 0,7%.

Adam Crisafulli dari Vital Knowledge menilai musim laporan kuartal II dapat menjadi tantangan. “Secara absolut, kinerja emiten kemungkinan tetap kuat. Namun, ekspektasi investor saat ini sangat tinggi sehingga ruang untuk mengecewakan pasar juga semakin besar,” tulisnya.

Laporan lain menyebut perusahaan AI asal China, DeepSeek, tengah mengembangkan chip AI sendiri, yang dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada pemasok semikonduktor seperti Nvidia dan Samsung.

Saham SpaceX turun lebih dari 6% pada hari pertamanya masuk ke indeks Nasdaq-100, meski sejumlah analis, termasuk dari Morgan Stanley dan Raymond James, baru saja memberikan rekomendasi positif terhadap saham tersebut. Menurut Bailey, pelemahan SpaceX mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati investor terhadap aset berisiko, terutama perusahaan dengan eksposur besar pada bisnis AI.