Berita

Truk Mogok di Gatot Subroto Dievakuasi, Arus Lalu Lintas Jakarta Kembali Normal

Advertisement

Jakarta – Satu unit truk yang mengalami patah as roda di Jalan Gatot Subroto arah Grogol telah berhasil dievakuasi. Akibatnya, arus lalu lintas (lalin) yang sempat terhambat kini berangsur normal kembali.

Pantauan di lokasi pada Kamis (5/2/2026) pukul 12.00 WIB, truk tersebut sudah dipindahkan ke lajur kiri jalan, dekat trotoar. Kendaraan roda dua, roda empat, hingga bus Transjakarta kini dapat melintas dengan lancar di area tersebut.

Truk bernomor polisi B 9718 UDA itu mengalami patah as roda di dekat Halte Widya Chandra, Jakarta Selatan, sekitar pukul 04.00 WIB. Sopir truk, Supriatna (57), menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan oleh personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Petugas saja yang bantuin, polisi, tentara. (Evakuasi) Pakai mobil Dishub diangkat. Kalau nggak mobil gede mah nggak kuat. (Truk ini) Ada muatannya sih,” ujar Supriatna di lokasi.

Advertisement

Insiden truk mogok ini sempat memicu kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto. PT Transjakarta sempat melakukan pengalihan rute sejumlah bus yang melintas di area tersebut.

Melalui akun X resminya, PT Transjakarta mengumumkan adanya pengalihan rute untuk layanan Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit) dan Rute 9A arah Pluit/Grogol. “Dikarenakan adanya truk mogok di sekitar Halte Widya Chandra arah Pluit, Koridor 9: Pinang Ranti – Pluit dan Rute 9A arah Pluit/Grogol beberapa bus sementara diarahkan melalui tol dalam kota dan tidak melayani Halte Denpasar dan Widya Chandra,” tulis Transjakarta.

Selain itu, layanan bus Rute 9D (Pasar Minggu-Tanah Abang) juga mengalami pengalihan lalu lintas di lokasi kejadian. Bus tersebut tidak berhenti di sekitar Komdak. “Layanan Rute 9D: Pasar Minggu – Tanah Abang sementara mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya truk mogok di sekitar Halte Widya Chandra arah Pluit. Sementara arah Tanah Abang tidak melayani bus stop YTKI s/d Komdak 1 dan melayani Halte Denpasar s/d Semanggi,” demikian keterangan Transjakarta.

Advertisement