Serang, Banten – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten mengonfirmasi bahwa layanan Trans Banten masih beroperasi secara gratis hingga saat ini. Kepastian ini disampaikan menyusul belum adanya penetapan tarif resmi oleh pemerintah daerah.
Belum Ada Penetapan Tarif
Kepala Dishub Banten, Tri Nurtopo, menjelaskan bahwa operasional Trans Banten kini telah memasuki fase reguler, bukan lagi dalam tahap uji coba. “Sesuai arahan pimpinan, dalam hal ini Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, Trans Banten berlanjut. Jadi sekarang sudah berjalan, bukan uji coba lagi,” ujar Tri Nurtopo pada Rabu (7/1/2026).
Meskipun demikian, Tri menekankan bahwa status gratis ini bukan berarti akan berlaku sepanjang tahun 2026 tanpa kepastian tarif. “Bukan tidak ditarik biaya selama tahun 2026, tetapi sesuai kebijakan Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, sampai saat ini belum ada penetapan tarif,” jelasnya.
Anggaran dan Penambahan Armada
Untuk mendukung kelancaran operasional Trans Banten sepanjang tahun 2026, Pemerintah Provinsi Banten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,1 miliar melalui skema Buy The Service (BTS). Skema ini dirancang agar seluruh pendapatan dari tarif penumpang, apabila nantinya diberlakukan, dapat langsung masuk ke kas daerah.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan dan memperpendek waktu tunggu penumpang, Dishub Banten juga menambah jumlah armada. Saat ini, Trans Banten mengoperasikan empat unit bus, meningkat dua unit dari sebelumnya. “Sekarang kita tambah dua armada lagi, jadi total ada empat armada yang beroperasi. Intervalnya kita upayakan setiap setengah jam sekali,” ungkap Tri.
Perluasan Rute
Rute Trans Banten juga mengalami perluasan. Sebelumnya, bus beroperasi dengan trayek Terminal Pakupatan-Untirta Sindangsari dan berputar di kawasan Mal of Serang (MOS). Kini, rute diperpanjang hingga UIN Sultan Maulana Hasanuddin Kampus Ciceri.
“Karena ada permintaan dari UIN SMH, kita tambahkan rute ke Kampus Ciceri, lalu ke Jalan Trip Jamaksari dan masuk ke Jalan Armada,” tutur Tri Nurtopo.






