SRAGEN – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungbanteng, Banaran, Sragen, mengakui adanya kelalaian dalam pembangunan gedung SPPG yang berlokasi persis di samping peternakan babi. PIC SPPG Banaran, Aan Yuliatmoko, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya peternakan babi saat menentukan lokasi pembangunan.
“Saat itu, penentuan titik di portal web memang benar seperti yang disampaikan Pak Dony (Pengawasan Wilayah II BGN) karena kita semuanya menggunakan sistem online. Prosedur kami melalui sistem tersebut hanya untuk melihat lokasi yang akan dibangun,” kata Aan saat ditemui usai mediasi, dilansir detikJateng, Kamis (8/1/2026).
Aan menjelaskan bahwa informasi mengenai keberadaan kandang babi tidak tertera dalam sistem daring yang digunakan. Ia mengaku baru menyadari adanya peternakan babi setelah proses verifikasi, namun pembangunan tetap dilanjutkan.
“Jadi, saat itu di web tidak tertera ada kandang babi. Saya pun awalnya tidak tahu. Namun, setelahnya mungkin itu kesalahan kami, kami nekat ya,” ucapnya.
Menurut Aan, persoalan mengenai kedekatan lokasi pembangunan SPPG dengan kandang babi tersebut kini telah diselesaikan melalui proses mediasi. Pihaknya berjanji akan melakukan introspeksi diri untuk pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di masa mendatang.
“Kami berterima kasih kepada BGN karena program Presiden ini memang benar-benar nyata dan tidak main-main. Kalaupun kami salah, kami akan memperbaikinya dan benar-benar mengikuti aturan yang berlaku,” imbuhnya.






