Berita7 — Bhopal, India – Bencana industri kimia paling mengerikan dalam sejarah mencatat korban jiwa mencapai 3.828 orang akibat keracunan gas metil isosianat (MIC). Peristiwa tragis ini terjadi di pabrik Union Carbide di kota Bhopal, India, pada malam hari antara 2 dan 3 Desember 1984.
Kebocoran gas mematikan tersebut berasal dari tangki penyimpanan di pabrik yang memproduksi insektisida. MIC adalah zat kimia yang sangat beracun dan biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan insektisida carbaryl, yang dikenal dengan nama dagang Sevin.
Awan gas beracun itu bergerak perlahan menyapu area permukiman kumuh yang berdekatan dengan lokasi pabrik. Gas berbahaya ini juga menyebar lebih luas, mencapai area stasiun kereta api, kantor polisi, hingga pusat kota. Pergerakan awan gas dipicu oleh kondisi cuaca, termasuk suhu udara yang rendah dan angin.
Wilayah yang terdampak paling parah, dengan korban jiwa dan luka berat terbanyak, berada dalam radius 6 hingga 7 kilometer persegi di sebelah selatan dan barat daya pabrik.
Data resmi mencatat 3.828 orang meninggal dunia akibat insiden ini. Banyak korban ditemukan tewas saat terlelap atau ketika berusaha melarikan diri dari paparan gas. Namun, upaya melarikan diri justru membuat mereka tanpa sengaja menghirup gas beracun tersebut.
Gejala yang dialami korban meliputi sesak napas hebat, batuk parah, hingga pembengkakan paru-paru. Mata mereka juga mengalami iritasi serius hingga pendarahan.
Selain korban meninggal, sekitar 100.000 orang dilaporkan mengalami gejala kesehatan yang parah, terutama pada organ mata dan sistem pernapasan. Sebanyak 19.000 orang di antaranya didiagnosis mengalami cacat permanen akibat keracunan gas tersebut.
Insiden Bhopal menjadi pengingat krusial akan pentingnya kewaspadaan dan arah evakuasi yang jelas bagi warga yang bermukim di dekat fasilitas industri kimia. Diketahui kemudian, bahwa tindakan sederhana seperti menutup wajah dengan kain basah dapat membantu mengurangi dampak paparan gas beracun.
Ikuti Berita7
