Bulutangkis

Setahun di Malaysia, Herry IP Akui Ada Kegagalan Meski Raih Tiga Gelar

Advertisement

KUALA LUMPUR – Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, belum sepenuhnya puas meski telah mengantar anak asuhnya meraih sejumlah gelar dalam setahun masa baktinya. Ia mengakui adanya kegagalan di ajang penting yang menjadi catatan evaluasi.

Kesuksesan Awal dan Gelar Bergengsi

Herry IP bergabung dengan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) pada Februari 2025. Sejak saat itu, ia berhasil membimbing beberapa pasangan ganda putra Malaysia meraih prestasi gemilang. Pasangan peringkat dua dunia, Aaron Chia-Soh Wooi Yik, sukses menjuarai tiga turnamen bergengsi: Kejuaraan Asia, Thailand Open, dan Singapore Open.

Tidak hanya itu, Man Wei Chong-Tee Kai Wun juga berhasil meraih gelar di Malaysia Masters. Pasangan cadangan Wan Arif Junaidi-Yap Roy King menunjukkan potensinya dengan memenangkan Macau Open (Super 300). Sementara itu, mantan juara dunia junior Aaron Tai-Kang Khai Xing membawa pulang tiga gelar: Malaysia Super 100, Syed Modi International (Super 300), dan Guwahati Masters (Super 100).

Catatan Kegagalan di Ajang Krusial

Meskipun daftar prestasi anak asuhnya impresif, Herry IP merasa belum puas. Ia menyoroti kegagalan atletnya untuk tampil maksimal di dua ajang paling krusial, yaitu Kejuaraan Dunia dan All England. Tidak ada satu pun dari pasangan yang dibinanya yang berhasil menembus babak perempatfinal di kedua turnamen tersebut.

Pada Kejuaraan Dunia di Paris, tiga wakil Malaysia yang bertanding, yakni Man Wei Chong/Tee Kai Wun, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dan Wan Arif Junaidi-Yap Roy King, semuanya terhenti sebelum semifinal. Situasi serupa terjadi di All England, di mana dari enam wakil Malaysia, pencapaian terbaik hanya sampai babak kedua, sementara lima lainnya tersingkir di babak pertama.

Advertisement

Evaluasi dan Harapan ke Depan

Meski demikian, Herry IP menilai bahwa timnya masih berada di jalur yang benar. Ia menekankan pentingnya belajar dari setiap kegagalan untuk perbaikan di masa mendatang.

“Secara keseluruhan, saya pikir kami masih berada di jalur yang benar, tetapi ada juga kegagalan yang terjadi,” kata Herry seperti dikutip detikSport dari laman NST.

“Kami tidak mencapai hasil yang diinginkan di Kejuaraan Dunia, dan itu merupakan salah satu kegagalan kami. Kami harus terus belajar dan mengevaluasi di mana kami kurang,” tambahnya.

Rekam Jejak Sang Pelatih

Herry IP dikenal sebagai pelatih ganda putra yang bertangan emas. Di Indonesia, ia telah melahirkan banyak pasangan juara dunia, termasuk era Chandra Wijaya/Tony Gunawan, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Marcus Kido/Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, hingga Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon. Keberhasilan ini menjadi motivasi baginya untuk menciptakan prestasi serupa di Negeri Jiran.

Advertisement