Sepakbola

Fabio Capello Kecewa Berat: Diving Bastoni dan Pembelaan Chivu Merusak Sepak Bola

Advertisement

Mantan pelatih legendaris, Fabio Capello, melontarkan kekecewaan mendalam terhadap aksi diving bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, dalam laga melawan Juventus. Capello juga menyoroti sikap pelatih Inter, Cristian Chivu, yang dinilai membela tindakan kontroversial tersebut.

Aksi Diving Bastoni yang Menuai Kecaman

Insiden bermula saat Inter Milan berhadapan dengan Juventus di Stadion Giuseppe Meazza pada Minggu (15/2/2026). Alessandro Bastoni terlihat sengaja menjatuhkan diri setelah menerima kontak ringan dari pemain Juventus, Pierre Kalulu. Akibatnya, Kalulu yang sudah mengantongi kartu kuning sebelumnya, harus menerima kartu kuning kedua dan dikeluarkan dari lapangan.

Aksi Bastoni tidak hanya menuai kritik dari publik dan pengamat sepak bola, tetapi juga sorotan tajam dari Fabio Capello. Dalam kolomnya di Gazzetta dello Sport, Capello mengungkapkan rasa kecewanya melihat pemain sekaliber Bastoni melakukan trik seperti itu.

“Ada dua hal yang sangat mengganggu saya. Yang pertama: seorang pemain seperti Bastoni, yang memiliki kualitas internasional dan menjadi tokoh kunci di tim nasional kami, tidak boleh dan, yang lebih penting, tidak boleh bertindak seperti itu,” tulis Capello, seperti dikutip oleh Football-Italia.

Capello menambahkan, “Sangat menyedihkan bagi semua penggemar sepak bola melihatnya menipu wasit dengan simulasi yang jelas. Terutama karena dia sudah mendapat kartu kuning dan berisiko mendapat kartu kuning kedua.”

Advertisement

Chivu Disayangkan atas Komentar dan Tindakan

Lebih lanjut, Capello juga menyayangkan komentar Cristian Chivu terkait insiden tersebut. Meskipun Chivu menarik keluar Bastoni di babak kedua, Capello menilai pernyataan pelatih Inter itu terkesan membenarkan aksi sang pemain.

“Saya mengenal Chivu dengan baik, karena dia pernah menjadi pemain saya di Roma, tetapi kata-katanya setelah pertandingan sangat mengecewakan saya. Pelatih Inter tidak konsisten dengan apa yang dia katakan sebelum pertandingan, dan pada akhirnya, dia memberi kesan seolah-olah membenarkan apa yang terjadi,” ungkap Capello.

Capello menekankan bahwa tindakan Chivu mengganti Bastoni di babak pertama justru menunjukkan kesadaran akan risiko yang dihadapi pemainnya. “Namun, lebih dari kata-katanya, tindakan Chivu yang lebih penting. Dia mengganti Bastoni di babak pertama karena dia tahu persis bahwa dia akan berisiko jika tetap di lapangan. Saya mengharapkan pernyataan dengan nada yang sangat berbeda, terutama setelah kemenangan,” tegas Fabio Capello.

Advertisement